Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka rapat koordinasi Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kota Bogor dirangkaikan dengan pencanangan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Smart (sasaran, mobile, adaptif, responsif, terintegrasi). Kegiatan tersebut berlangsung di Paseban Sri Bima Balaikota Bogor, Selasa, 26 Mei 2026.
Dedie Rachim mengatakan, pada 2025, capaian program cek kesehatan gratis mencapai 49,2 persen. Sedangkan pada semester pertama tahun ini mencapai 21 persen.
“Keinginan kita tentu cek kesehatan gratis ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Pertama bukan hanya gratis, tetapi juga lengkap,” ujar Dedie Rachim kepada wartawan.
Untuk inovasi baru yang di dorong oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, lanjut Dedie Rachim, adalah bagaimana kemudian cek kesehatan gratis tersebut bukan hanya capaiannya tinggi sekitar 49,2 persen dan tertinggi di Jawa Barat.
“Tetapi juga smart yang bisa terintegrasi dengan digital. Nanti bisa dijadikan sebagai bahan atau dasar kebijakan Pemerintah Kota Bogor di bidang kesehatan,” ucapnya.
Semakin banyak masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, kata ia, maka data yang terkumpul akan semakin lengkap dan memudahkan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan kesehatan yang tepat.
Ia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, bahwa sebanyak 92 persen warga yang mengikuti cek kesehatan gratis tergolong kurang aktivitas fisik atau mager.
“Ini harus kita dorong lagi masyarakat supaya tambah sehat, harus berolahraga dan beraktivitas fisik paling sedikit 30 menit setiap hari,” tuturnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Bogor juga melakukan penandatanganan komitmen bersama antara pihak kecamatan dan kepala puskesmas.
“Tujuannya adalah untuk kita lakukan antara lain jemput bola, baik ke sekolah, kerumah, posyandu, kampus, kantor termasuk juga pondok pesantren, majelis taklim dan semuanya. Itu salah satu kita ingin di akselerasi lagi presentase pencapaian untuk pemeriksaan kesehatan gratis ini,” jelasnya.
Ia menilai, salah satu perbedaan antara CKG biasa dengan CKG Smart salah satunya adalah jemput bola.
“Tapi nanti ada semacam analisis, jadi ini bagian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bogor atau pemerintahan digital,” terang Dedie Rachim.
“Jadi nanti rekord antar NIK itu bisa disambungkan dengan hasil pemeriksaan kesehatan, meskipun kita akan merahasiakan tetap menjaga data-data rekam mediknya, tetapi ini kebutuhan untuk menetapkan kebijakan,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam pengembangan program tersebut.
“DPRD Kota Bogor mengapresiasi betul apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor. Mudah-mudahan ini menjadi database kita bersama untuk melakukan tindakan lanjutan,” kata Adityawarman.
Dirinya juga mendorong untuk adanya gerakan aktivitas fisik secara rutin di lingkungan instansi pemerintahan maupun sekolah.
“Seperti yang kami sarankan mungkin setelah mengetahui 92 persen ternyata masyarakat ini mager, mungkin nanti diawali di dinas-dinas, instansi, sekolah ada kegiatan senam bersama untuk lebih menyehatkan warga kota Bogor, ” pungkasnya. (*)




















