Cianjur24Update – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut.
Pemerintah daerah kini menyiapkan skema perlindungan hingga rencana pemulangan bagi warga yang masih bekerja di negara-negara terdampak.
Bupati Cianjur, Mohamad Wahyu Ferdian, mengatakan pihaknya mulai memetakan jumlah dan lokasi PMI asal Cianjur yang berada di kawasan konflik.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika situasi keamanan semakin memburuk.
Pemkab Cianjur juga menerima laporan mengenai seorang PMI asal Kecamatan Agrabinta yang diduga mengalami tindak kekerasan di tengah kondisi yang tidak stabil.
“Kami berupaya agar warga Cianjur yang bekerja di Timur Tengah bisa dipulangkan, apalagi dengan situasi perang seperti sekarang ini. Keselamatan warga menjadi prioritas,” ujar Wahyu.
Menurutnya, situasi geopolitik yang memanas berdampak pada akses transportasi udara di sejumlah negara.
Beberapa bandara membatasi operasional, bahkan menutup sementara penerbangan, sehingga proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri.
Meski demikian, Pemkab Cianjur memastikan akan membantu seluruh PMI tanpa membedakan status keberangkatan, termasuk mereka yang berangkat secara nonprosedural.
“Walaupun nonprosedural, itu warga kita juga, jadi nanti akan dibantu kepulangannya,” tegasnya.
Saat ini pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk menentukan langkah terbaik dalam proses pemulangan.
Selain itu, Pemkab Cianjur berencana membuka posko komunikasi guna memudahkan keluarga PMI mendapatkan informasi terbaru. (*)
Wahyu juga mengimbau masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi demi menjamin perlindungan hukum serta kemudahan penanganan jika terjadi situasi darurat. (*)




















