Bogor24Update – Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian Bayu Zulkarnaen, aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang diduga terjatuh di jembatan penghubung Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan di hari ketujuh atau Rabu, 19 Agustus 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, pencarian telah dilakukan selama tujuh hari. Sebelum operasi dihentikan, tim SAR gabungan kembali melakukan evaluasi dan penyisiran di sejumlah titik.
“Hari ini dari pertama kejadian sampai dengan ketujuh. Berarti sudah satu minggu. Tim tadi sudah melakukan evaluasi, sudah melakukan penyisiran ulang, mungkin sudah beberapa kali kita lakukan,” kata Dimas Tiko.
Pada pencarian di hari ketujuh, kata Dimas, lebih difokuskan pada kegiatan explore SAR. Tim melakukan penyisiran melalui jalur air maupun darat, sekaligus meminta keterangan kepada warga dan menyebarkan pamflet berisi informasi mengenai
Bayu Zulkarnaen yang dinyatakan hilang.
“Jadi kegiatan kita hari ini itu lebih kepada explore SAR, untuk mencari informasi, mencari bahan keterangan di jalur darat kepada warga-warga, termasuk menyebarkan pamflet saudara Bayu Zulkarnaen ini dinyatakan hilang,” terang Dimas.
Lebih lanjut, ia mengatakan, penyisiran dilakukan mulai dari titik nol hingga Jembatan Pamoyanan, kemudian dari Jembatan Pamoyanan menuju BNR, dilanjutkan ke Bendung Empang, hingga kawasan Gunung Batu atau Jembatan Sarijan.
“Jadi kurang lebih e-SAR yang dilakukan itu di jalur air sudah beberapa kali memang dilakukan. Namun memang secara visualisasi belum nampak tanda-tanda,” bebernya.
Selain itu, kata ia, tim SAR gabungan juga memperluas upaya dengan menyebarkan pamflet kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk membuka kemungkinan adanya informasi dari warga yang pernah melihat atau menemukan sesuatu yang berkaitan dengan Bayu Zulkarnaen.
“Siapa tahu mungkin masih ada ikhtiar lain, mungkin ada warga yang melihat ataupun menemukan satu informasi yang nanti ke depan bisa menjadi bahan untuk ditindaklanjuti,” ucap Dimas Tiko.
Kata ia, dengan berakhirnya hari ketujuh, operasi SAR resmi dihentikan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Namun, Dimas menegaskan penghentian operasi bukan berarti pencarian sepenuhnya ditutup. Pihaknya masih membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Bayu Zulkarnaen.
“Jadi untuk kegiatan evaluasi hari ini sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada, operasi SAR untuk mencari saudara Bayu ini kita hentikan,” ucapnya.
“Namun bukan berarti dihentikan. Kita juga membuka ruang, terutama kepada masyarakat apabila menemukan tanda-tanda apa bisa diinformasikan ke kita, karena tidak menutup yang namanya operasi SAR itu akan dibuka kembali. Ataupun sumber informasi lain yang bisa menambah bahan keterangan buat kita,” pungkasnya. (*)




















