Bogor24Update – Peringati Hari Bumi, festival musik dan konservasi Sunset di Kebun, yang merupakan program unggulan dari Kebun Raya Bogor, menginisiasi
kegiatan “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor, pada Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam
pengelolaan kawasan Kebun Raya Bogor ini menjadi bukti nyata komitmen festival tersebut terhadap pelestarian lingkungan yang tidak hanya sebatas pada pertunjukan panggung.
Aksi nyata ini merupakan bagian dari program Sunset di Kebun, khususnya subprogram Lesstari, yang menjadi rangkaian pra-acara Sunset di Kebun. Melalui inisiatif ini, Sunset di Kebun mengajak penikmat musik, masyarakat umum, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk turut berkontribusi langsung dalam menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai, khususnya Sungai Ciliwung.
Dengan bertajuk Operasi Plastik, subprogram Lesstari ini mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk memulai aksi nyata yang sederhana sebelum menikmati sajian utama festival.
Agenda ini bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan sebuah pengalaman kolektif yang dibangun oleh Sunset di Kebun untuk menyadarkan bahwa manusia dan alam memiliki hubungan yang tidak terpisahkan.
Aksi lingkungan ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup secara berkelanjutan. Sungai Ciliwung sebagai salah satu aliran sungai penting memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat dan ekosistem sekitarnya.
Dipilihnya area Sungai Ciliwung yang melintasi kawasan Kebun Raya Bogor oleh tim Sunset di Kebun karena lokasi tersebut masih banyak menyimpan sampah yang tidak terlihat dan sulit dijangkau. Area ini mencerminkan sisi lain dari permasalahan lingkungan: sampah yang tidak kasat mata, namun memberikan dampak kerusakan yang besar.
“Melalui program ini, dilakukan aksi nyata untuk menjangkau dan membersihkan area yang
sering terlewat, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan secara menyeluruh,” ujar General Manager Event Sunset di Kebun, Abi Irawan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, kata Abi Irawan, Sunset di Kebun berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih luas antara berbagai pihak dalam upaya pelestarian lingkungan, serta
menginspirasi pengunjung dan masyarakat luas untuk menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari keseharian.
“Momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa isu sampah di perkotaan masih menjadi tantangan nyata, baik yang terlihat maupun yang tak kasat mata. Di sisi lain, keterlibatan langsung masyarakat dalam aksi lingkungan masih tergolong rendah,” jelasnya.
Melihat realita tersebut, Sunset di Kebun menegaskan posisinya bahwa acara ini hadir bukan hanya sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk mendorong perubahan
perilaku melalui pengalaman yang nyata dan partisipatif.
“Kita ingin pengunjung tidak sekadar tahu soal isu lingkungan. Mereka harus merasakannya secara emosional,” tegas Abi.
Pelaksanaan Operasi Plastik oleh Sunset di Kebun ini dapat terselenggara dengan baik atas kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Kepolisian Resor (Polres) Bogor, Komando Distrik Militer (Kodim), Komando Resor Militer (Korem), dan Detasemen Polisi Militer (Denpom).
Kemudian, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), RS PMI Bogor, Pajajarun, Yayasan Regeneratif Alam Nusantara, Relawan Gesit, RASPALA Bogor, serta pemangku kepentingan lainnya. (*)




















