Sukabumi24update – Perkumpulan Relawan Agraria dan Perhutanan Sosial Nasional (Praga Pesona) secara resmi dikukuhkan melalui rapat musyawarah dan pemilihan pengurus secara demokratis.
Pengukuhan digelar di Saung Pembibitan Tanaman Buah-buahan, Desa Undrus Binangun, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (4/10/2026).
Dalam sambutannya, pendiri sekaligus pembina Praga Pesona, Acep Sholahuddin yang akrab disapa Abah, menjelaskan bahwa tahapan pembentukan hingga pengukuhan telah berjalan sesuai AD/ART organisasi.
Ia menegaskan Praga Pesona akan meneruskan perjuangan dan pembimbingan kepada seluruh masyarakat Sukabumi khususnya dan Indonesia pada umumnya. Hal tersebut diamini seluruh anggota yang hadir.
Secara harfiah, Praga Pesona merupakan perkumpulan relawan yang membantu memperjuangkan hak petani dalam mengelola lahan negara untuk kehidupan dan kemakmuran.
Ketua Umum Praga Pesona terpilih, Ngadi Utomo, S.H., M.H., mengatakan Praga Pesona lahir dari panggilan melihat kondisi pertanahan di Indonesia yang perlu segera diwujudkan dukungannya kepada masyarakat.
“Pada hari ini kita di Sukabumi ini, tadi sama-sama kita saksikan penandatanganan SK Praga Pesona. Praga Pesona lahir merupakan dari suatu panggilan di mana kita melihat situasi kondisi pertanahan yang ada di Indonesia,” ujar Ngadi kepada wartawan.
“Praga Pesona sendiri merupakan perkumpulan relawan agraria dan perhutanan sosial nasional. Ini kita bentuk sebagai Dewan Pusat, dan kita dirikan di bulan Juni. Alhamdulillah, Praga Pesona sendiri sudah mendapatkan SK dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, sudah ada AHU-nya,” tambahnya.
Disinggung soal korelasi dengan pemerintah terkait agraria dan kehutanan, Ngadi menjelaskan tugas Praga Pesona tidak bisa dipisahkan dari pemerintah dan kementerian.
“Kalau kita bicara agraria itu memang menyangkut pertanahan, sedangkan di dalam kehutanan sendiri juga kan ada pertanahannya juga. Jadi antara tugas-tugas ini antara Kementerian ATR di sini sama Kementerian Kehutanan itu merupakan relasi yang tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Praga Pesona, Yosep Rodibillah, S.Sy., usai kegiatan menyampaikan komitmen organisasi dalam membimbing dan mendampingi petani dalam hak kelola lahan.
“Hanya satu tujuan, maksud dan tujuan didirikannya perkumpulan relawan agraria dan perhutanan sosial itu satu, terwujudnya masyarakat yang mandiri, sejahtera, berkeadilan, berkelanjutan melalui reforma agraria dan perhutanan sosial hanya itu,” ucap Yosep.
“Programnya kita fokus di pendampingan di perhutanan sosial, pendampingan di reforma agraria, tentunya juga nanti kita bekerjasama dengan tugas-tugas reforma agraria baik di kabupaten maupun juga di tingkat wilayah provinsi,” lanjutnya.
“Di perhutanan sosial, kita fokus dengan program pemerintah dengan kawasan hutan dengan pengelolaan khusus, bagaimana masyarakat di sekitar hutan yang tidak mempunyai lahan untuk bertani, dengan program KHDPK tersebut, insyaallah akan kita dampingi sekuat tenaga kita sampai mendapatkan hak kelola dari pemerintah selama 35 tahun,” pungkas Yosep.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan Praga Pesona dapat membantu kesulitan para petani di Indonesia, khususnya di Sukabumi, Jawa Barat, dalam mendapatkan kepastian hukum mengelola tanah negara melalui program-program pemerintah sesuai peraturan perundang-undangan.




















