Cianjur24Update – Politeknik Bhakti Kencana resmi membuka Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sekaligus meluncurkan empat layanan baru, yakni Caregiver, Homecare, Day Care, dan Baby Care.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Politeknik Bhakti Kencana menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membuka peluang peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja bagi mahasiswa, lulusan, maupun masyarakat.
Peresmian dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi., M.Si.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) melalui Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Anggota DPR RI Ir. H. Kamrussamad, S.T., M.Si., Ph.D., unsur Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. I Made Setiawan, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Denny Widya Lesmana, S.STP., M.Ec.Dev.
Perkembangan dunia kerja menuntut perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kompetensi profesional, pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kewirausahaan.
Atas dasar itu, LPK Politeknik Bhakti Kencana dikembangkan sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, pemagangan, pengembangan keterampilan, sertifikasi kompetensi, kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja.
Kehadiran LPK diharapkan menjadi jembatan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia kerja.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga pengalaman, keterampilan, kompetensi, dan kesiapan kerja yang relevan.
Selain diperuntukkan bagi mahasiswa dan lulusan, LPK Politeknik Bhakti Kencana juga diarahkan untuk membuka akses pelatihan serta peningkatan kompetensi bagi masyarakat secara lebih luas.
Keberadaan LPK menjadi bagian dari upaya memperkuat konsep link and match antara pendidikan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pemerintahan, dan kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Politeknik Bhakti Kencana berupaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang tidak berhenti pada pembelajaran, tetapi berlanjut pada pelatihan, praktik, pemagangan, pengalaman kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.
Model pendidikan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, produktif, adaptif, dan memiliki daya saing.
LPK Politeknik Bhakti Kencana juga diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan karier mahasiswa dan lulusan, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh kompetensi yang dapat digunakan dalam memasuki pasar kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Bersamaan dengan peresmian LPK, Politeknik Bhakti Kencana meluncurkan empat layanan yang dikembangkan sebagai implementasi pendidikan vokasi, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, sekaligus penciptaan peluang kerja.
Keempat layanan tersebut meliputi:
Politeknik Bhakti Kencana Caregiver, layanan pendampingan dan perawatan bagi individu yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari.
Politeknik Bhakti Kencana Homecare, layanan pendampingan serta pelayanan kesehatan maupun perawatan yang dapat diberikan di lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Politeknik Bhakti Kencana Day Care, layanan pendampingan dan pengasuhan yang dikembangkan secara profesional dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, kesehatan, serta tumbuh kembang.
Politeknik Bhakti Kencana Baby Care, layanan pendampingan dan perawatan bayi dengan pendekatan profesional serta berorientasi pada kualitas pelayanan.
Pengembangan keempat layanan tersebut diharapkan menjadi ruang implementasi kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan. Selain itu, layanan tersebut juga membuka peluang pemagangan, praktik kerja, pengembangan kewirausahaan, serta kesempatan kerja.
Peresmian LPK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat.
Politeknik Bhakti Kencana memandang kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin dinamis.
Pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, pemagangan, penempatan kerja, dan kewirausahaan perlu dibangun dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Dengan begitu, proses pendidikan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan perluasan kesempatan kerja.
Melalui LPK Politeknik Bhakti Kencana, mahasiswa dan masyarakat diharapkan memperoleh ruang yang lebih luas untuk meningkatkan keterampilan, mendapatkan pengalaman kerja, membangun kompetensi sesuai kebutuhan industri, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.
Politeknik Bhakti Kencana menempatkan pengembangan LPK bukan sekadar sebagai penambahan unit kelembagaan, melainkan bagian dari transformasi pendidikan vokasi yang berorientasi pada masa depan mahasiswa.
Ke depan, LPK Politeknik Bhakti Kencana akan terus mengembangkan berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, pemagangan, pengembangan keterampilan profesional, kewirausahaan, serta membangun jejaring dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, fasilitas pelayanan kesehatan, dan berbagai mitra strategis lainnya.
Dengan peresmian LPK dan peluncuran empat layanan tersebut, Politeknik Bhakti Kencana menegaskan komitmennya untuk membangun model pendidikan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, kompetensi, pelatihan, pengalaman kerja, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, dan perluasan kesempatan kerja dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang kompeten, produktif, profesional, mandiri, serta siap menghadapi kebutuhan dunia kerja menuju Indonesia Emas 2045. (*)





















