Cianjur24update – Ratusan warga memadati bazar makanan gratis dalam rangka Gebyar Muharam 1448 Hijriah di Kampung Warung Jambe, Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan yang menjadi tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dan dipadati masyarakat dari berbagai kalangan.
Menjelang sore, warga mulai berdatangan untuk bisa membawa pulang puluhan jenis makanan dan minuman yang disediakan secara gratis.
Antrean panjang terlihat di setiap stan, bahkan warga rela berdesakan demi mendapatkan makanan favorit mereka.
Beragam kuliner disajikan dalam bazar tersebut, mulai dari bakso, mi, aneka bubur, cilok, rujak, hingga aneka minuman.
Seluruh makanan berasal dari sumbangan masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam dan Lebaran Anak Yatim.
Ketua DKM setempat, Lili Sobandi, mengatakan sedikitnya terdapat sekitar 30 jenis makanan yang dibagikan kepada warga secara cuma-cuma.
“Ada kurang lebih tiga puluh jenis makanan yang disediakan. Semuanya gratis, tidak ada yang bayar. Ini merupakan bagian dari kegiatan Lebaran Anak Yatim. Alhamdulillah setiap tahun berjalan meriah dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas santunan bagi anak yatim-piatu,” ujarnya.
Meski digelar di area permukiman dengan akses gang yang tidak terlalu luas, antusiasme warga tetap tinggi.
Kondisi tersebut justru menambah semarak suasana Gebyar Muharam di Cianjur yang telah menjadi agenda rutin masyarakat setempat.
Salah seorang warga, Fitri, mengaku senang dengan adanya bazar makanan gratis tersebut. Menurutnya, selain membantu masyarakat, kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga.
“Makanannya banyak dan semuanya gratis. Setiap tahun selalu ramai seperti ini. Ada bakso, batagor, dan banyak lagi. Senang melihat warga berkumpul dan merayakan bersama,” katanya.
Selain bazar makanan gratis, rangkaian Gebyar Muharam di Kabupaten Cianjur juga diisi dengan tabligh akbar serta pemberian santunan kepada anak yatim dan jompo.
Kegiatan tersebut diharapkan terus berlangsung setiap tahun sebagai tradisi positif yang memperkuat nilai kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat. (*)






















