Bogor24Update – Seorang remaja berinisial MY (16), yang masih duduk di bangku SMK negeri di Bogor dilaporkan hilang dan diduga terjun dari Jembatan Loji ke Sungai Cisadane, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Hingga Jumat, 30 Januari 2026, tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.
Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan berdasarkan informasi awal yang diperoleh pihaknya, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sore.
Awalnya, korban sepulang sekolah bermain bersama teman-temannya dan menumpang kendaraan untuk pulang ke panti asuhan.
“Jadi sepulang sekolah main dengan teman-temannya dan nebeng pulang, kebetulan M.Y tinggal di panti asuhan yang ada di Cikaret, Kota Bogor,” kata Dimas Tiko.
Pada saat dalam perjalanan pulang, lanjut Dimas Tiko, korban sempat meminta untuk diantar ke panti asuhan. Namun, di tengah perjalanan, kendaraan yang ditumpanginya tiba-tiba berbelok ke arah Jembatan Loji.
Berdasarkan keterangan awal dari beberapa saksi, setibanya di lokasi, yang bersangkutan diduga langsung melompat ke aliran Sungai Cisadane.
“Hal itu masih diperdalam oleh pihak Polsek Bogor Barat, untuk memperdalam lagi informasi-informasi dari para saksi,” ucapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari potensi SAR wilayah Kota Bogor, Damkar Kabupaten Bogor, serta Basarnas langsung diterjunkan ke lokasi.
“Operasi pencarian dimulai pada Jumat sekitar pukul 10.30 WIB, ” tambahnya.
Pada tahap awal, tim melakukan penyisiran darat dengan metode visualisasi di sepanjang aliran sungai. Namun, karena keterbatasan waktu dan medan yang cukup sulit, pencarian darat dihentikan sementara.
“Kita melakukan penyisiran darat visualisasi karena hari Jumat berhubung waktu pendek, kita tarik dulu,” tuturnya.
Selanjutnya, pencarian dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB dengan metode pengarungan sungai yang dibagi ke beberapa titik pencarian.
Berdasarkan pemantauan, kondisi cuaca relatif cerah dengan tinggi muka air (TMA) Sungai Cisadane sekitar 45 sentimeter, sehingga dinilai cukup aman untuk operasi.
“Keselamatan personel menjadi prioritas utama kami. Dengan kondisi cuaca yang lebih mendukung, mudah-mudahan pencarian lewat jalur air bisa lebih maksimal,” katanya.
Hingga saat ini, hasil visualisasi yang dilakukan selama kurang lebih satu setengah jam masih belum membuahkan hasil. Tim belum menemukan tanda-tanda mencurigakan yang mengarah pada keberadaan korban.
Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal. “Tapi kita juga ikhtiarnya juga tidak berhenti sambil kita coba lakukan mudah-mudahan dengan pengalunan bisa
lebih mendalam, karena visualisasi darat kita terbentur dengan medan yang cukup luar biasa,” terangnya.
Dimas Tiko menyebutkan bahwa opsi penyelaman belum dilakukan, mengingat titik jatuh korban masih belum dapat dipastikan.
“Selama ini dugaannya masih meraba, di mana titik jatuhnya dan terbawah sampai di mana. Mungkin itu bisa dilakukan bila mana memang ada satu titik atau lokasi yang mengarah pada keberadaan korban, ” pungkasnya. (*)






















