Bogor24Update – Kemarau panjang di wilayah Kabupaten Bogor berdampak hingga aktivitas pertanian. Sejumlah lahan dikabarkan tidak bisa ditanami usai dilanda kekeringan sejak Juni lalu.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengaku sudah menerima kondisi itu. Ia menyebut para petani sementara tidak bisa beraktivitas maksimal.
“Musim kemarau yang sudah terjadi beberapa bulan ke belakang mengakibatkan beberapa lahan pertanian tidak ditanami tanaman pertanian yang biasa dijalankan,” ujar Rudy kepada wartawan, Jumat 4 September 2026.
Rudy menyebut, lahan pertanian yang paling parah terdampak kekeringan ada di kawasan Bogor bagian timur.
“Wilayah timur ada yang namanya lahan padi gogo dan sawah tadah hujan, karena tidak ada hujan di sana para petani jadi belum bisa melakukan panen,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Rudy, pendistribusian air bersih ke titik-titik kekeringan terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan terus terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia hingga November 2026.
Atas kondisi itu, Pemkab Bogor juga memperpanjang memperpanjang status tanggap darurat kekeringan melalui Surat Keputusan (SK) sejak 2-15 September 2026.(*)




















