“Bulan agustus mulai turun, tidak tahu September belum dilihat karena sudah mulai hujan,” tutur Adang.
Untuk data setiap kecamatan di tahun 2023, tertinggi wilayah Bogor Selatan, Ciawi sekitar 2 ribu kasus, meski tidak terjadi lonjakan secara signifikan.
“Wilayah Cibinong Raya cenderung turun di bulan Agustus, padahal daerah risiko tapi tidak naik maksimal kenaikannya,” katanya.
Bahkan, wilayah Bogor Barat, sambungnya, ada di Cigudeg dengan angkanya tidak ada kenaikan secara maksimal.
Sedangkan wilayah Bogor Timur, ada di Cileungsi sejak Januari sampai Maret menunjukkan tinggi, namun sekarang malah drastis turun.
“Kami tekankan lagi meskipun daerah industri tidak termasuk, karena tak ada yang cluster kasusnya,” pungkasnya.