Bogor24Update – Pelaksanaan perdana Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman, Kota Bogor pada Minggu 6 September 2026 masih sepi.
Program yang kembali dilaksanakan setelah sekian lama terhenti itu masih belum dipenuhi masyarakat seperti sebelumnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin yang memantau langsung kondisi di lapangan mengakui hal tersebut terjadi salah satunya karena minimnya sosialisasi.
“Secara garis besar, informasi dari Kadishub dan teman-teman yang sudah lebih awal dari pagi, masyarakat belum ramai seperti awal dulu CFD. Mungkin sosialisasinya memang baru beberapa hari saja,” ujar Jenal di lokasi.
Ia pun memastikan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tersebut. Termasuk pendataan para pedagang yang terlibat dalam CFD.
“Maka dari awal saya usulkan ke Pak Sekda, ke Dinas UMKM, Kadishub, bagi para pedagang yang memang terlibat ketika hadir di CFD, entah komoditas kuliner atau kreasi kerajinan itu harus terdata dulu di dalam TDU (Tanda Daftar Usaha),” kata Jenal.
Selain itu, harus juga diberikan komitmen, termasuk mengenai jam operasional pedagang di CFD. Hal itu dilakukan untuk mencegah aktivitas perdagangan berlangsung melewati waktu pelaksanaan CFD yang telah ditentukan.
“Khawatir malah kalau tidak diatur seperti itu, akan stay sampai dengan sore atau bahkan malam hari. Jadi, tadi Kadishub sudah saya informasikan, segera minta data dan kurasi para pedagang UMKM yang mau terlibat dalam CFD. Daripada sekarang tidak kita atur, khawatir nanti malah kebablasan,” ucapnya.
Menurut Jenal, keberadaan UMKM dan PKL sebenarnya dapat menjadi salah satu daya tarik CFD. Masyarakat tidak hanya berolahraga, tetapi juga dapat menikmati berbagai produk kuliner maupun kerajinan yang ditawarkan para pelaku usaha. Namun, keberadaan pedagang harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga kebersihan dan fasilitas publik
“Seperti di Kabupaten Bogor. Itu serentak, setelah acara selesai mereka bebersih mandiri, tanpa oleh dinas terkait. Jadi ini kan keren, ketika PKL ikut jualan tapi setelah itu mereka sapu, sikat sendiri, pel sendiri trotoar yang sudah dipakai. Saya rasa harus seperti itu, harus berkolaborasi menjaga dan merawat kota yang kita sayangi ini,” tuturnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa dirinya bersama Wali Kota Bogor memiliki perhatian terhadap keberlangsungan fasilitas publik agar tetap bersih, nyaman, dan tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas masyarakat, termasuk pedagang maupun kendaraan bermotor yang menggunakan trotoar.
Menurut ia, pelaksanaan CFD, merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menyediakan ruang publik yang mendukung aktivitas olahraga dan kesehatan masyarakat.
“CFD ini memang salah satu poin yang memberikan komitmen untuk sebuah kota dalam menunjang warga dalam mendukung olahraga atau kesehatan. Alhamdulillah hari ini baru bisa terlaksana lagi, ” ujarnya.
Jenal memastikan pelaksanaan CFD akan terus dievaluasi dan dikoordinasikan, termasuk dengan Polresta Bogor Kota. Evaluasi tersebut mencakup pengaturan lalu lintas, keberadaan pedagang, kebersihan, hingga jam operasional.
“Tentu akan terus kita lakukan evaluasi, koordinasi dengan Polresta Bogor Kota juga, termasuk jam operasional hari ini baru berlaku dari jam 06.00 sampai jam 09.00 pagi,” pungkasnya.(*)




















