Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk sekolah selama dua hari menyusul wilayah Kabupaten Bogor terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kebijakan tersebut berlaku pada Senin-Selasa, 7-8 September 2026, sebagai langkah untuk meminimalisir risiko paparan abu vulkanik terhadap para pelajar.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan penerapan PJJ tersebut dilakukan setelah adanya instruksi dari Gubernur Jawa Barat kepada pemerintah daerah.
“Gubernur Jawa Barat sudah memberikan instruksi kepada Pemkab Bogor dan kami menerapkan sebuah kebijakan di Senin sampai dengan Selasa,” ujar Rudy kepada wartawan, Senin, 7 September 2026.
Pemkab Bogor pun telah mengeluarkan surat edaran kepada setiap sekolah untuk menerapkan skema PJJ selama dua hari tersebut.
“Karena anak-anak kita adalah aset terpenting Kabupaten Bogor, aset terpenting bangsa Indonesia. Jadi, berada di rumahnya masing-masing dan meminimalisir terpapar atau terkena abu vulkanik yang terjadi di Kabupaten Bogor,” ucapnya.
Meski kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh, Rudy meminta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), kepala sekolah, dan guru tetap hadir di sekolah masing-masing selama dua hari.
“Kami meminta kepada seluruh jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Bogor, para kepala sekolah, para guru agar Senin dan Selasa untuk hadir ke sekolahnya masing-masing untuk pembersihan sama-sama,” tuturnya.
Selain menerapkan PJJ, Pemkab Bogor juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik bagi masyarakat. Rudy meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor membagikan masker secara gratis, khususnya kepada masyarakat yang beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor.
“Dinkes akan melakukan optimalisasi membagikan masker secara gratis kepada pengendara kendaraan bermotor yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.(*)



















