Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga pembatasan kegiatan masyarakat lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, usia memimpin rapat koordinasi (rakor) dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Balai Kota Bogor, Minggu, 9 September 2026 malam.
Jenal Mutaqin mengatakan bahwa hasil dari pemantauan kualitas udara yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) University saat ini menunjukkan Kota Bogor berada di level sedang dengan skoring 83.
“Sedang itu kalau di warna indikatornya biru. Maka dalam status sedang, masyarakat bisa tetap beraktivitas dengan catatan dibatasi,” ujar Jenal Mutaqin.
Ia menjelaskan, penentuan kategori kedaruratan dan kesiapsiagaan ini juga merujuk pada Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Serta merujuk pula pada SE Gubernur Jawa Barat Nomor 119 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat. Untuk itu, rakor mengusulkan beberapa masukan dari OPD terkait.
Yang pertama, tentang teknis PJJ yang akan dilakukan di Kota Bogor pada 7 dan 8 September. Dimulai dari satuan pendidikan yang paling bawah, termasuk PKBM.
“Selama dua hari itu, pihak petugas kebersihan sekolah secara mandiri melakukan pembersihan. PJJ baru kita terapkan dua hari dengan menunggu hasil kualitas udara besok (Senin) sore,” ungkap Jenal Mutaqin.
Selain itu, Pemkot Bogor melalui Dinkes Kota Bogor juga menyiapkan 250.000 masker medis.
“Sesuai dengan SE Kemenkes, kelompok yang memang berhak mendapatkan masker, yaitu anak-anak, lansia, pekerja lapangan, hingga masyarakat yang memiliki kerentanan penyakit pada pernapasan,” jelasnya.
Pemkot Bogor juga melakukan penyemprotan jalan-jalan protokol dan fasilitas publik lainnya. Termasuk pedestrian dan tanaman yang ada di sepanjang jalan pada Minggu malam.
“Kita akan coba maksimalkan mulai malam hari ini, sehingga besok proses pembersihan yang dilakukan oleh petugas pasukan kuning di Dinas Lingkungan Hidup sudah lembap udaranya. Khawatir kalau disapu dengan kondisi kering, justru akan tersebar debunya,” ujar Jenal Mutaqin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Dinkes juga akan menambah fokus pada Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tiap puskesmas di wilayah. Langkah tersebut untuk memastikan apakah ada warga yang terdampak langsung oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kita akan terus bertahap, Insyaallah setiap hari OPD siapa berbuat apa, kita akan bergerak bekerja sama, saling berkoordinasi, termasuk dengan instansi vertikal, Kepolisian dan TNI,” pungkasnya. (*)




















