Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperkuat komitmennya dalam menata wajah kota agar lebih tertib dan nyaman. Salah satunya melalui penataan jaringan kabel atas atau udara dengan sistem ducting bawah tanah.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa upaya tersebut juga merupakan bagian dari program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menjadi arahan dari Presiden kepada seluruh kepala daerah.
“Ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk menata Kota Bogor supaya lebih ASRI. Salah satu yang beliau sampai kan juga dalam arahan kepada para pemimpin daerah beberapa waktu lalu adalah selain penataan billboard dan videotron, beliau juga menyampaikan penataan kabel atas,” ujar Dedie Rachim kepada wartawan usai melakukan pemutusan jaringan utilitas udara secara simbolis di Taman Peranginan, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejak 2022, Pemkot Bogor telah bekerja sama dengan Apjatel, yang menaungi sejumlah provider dan operator telekomunikasi, untuk melakukan penurunan kabel udara ke bawah tanah.
“Alhamdulillah dari tahun 2022 kita sudah menurunkan hampir 16 kilometer,” jelasnya.
Sedangkan tahun ini, Pemkot Bogor menargetkan penataan sepanjang 32 kilometer, dengan pelaksanaan yang diprioritaskan pada kisaran 10 hingga 15 kilometer.
“Ini bagian dari komitmen kita untuk terus menata Bogor lebih baik,” imbuh Dedie Rachim.
Program penataan kabel udara tersebut saat ini difokuskan pada enam segmen jalan. Beberapa di antaranya merupakan ruas jalan provinsi yang memerlukan koordinasi intensif serta rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Segmennya ada enam, dan beberapa cukup panjang sehingga koordinasinya memakan waktu. Namun alhamdulillah, rekomendasi dari pemerintah provinsi sudah keluar,” jelasnya.
Selain itu, penataan juga akan dilanjutkan di sejumlah ruas jalan lainnya seperti Jalan Sholeh Bustaman, Siliwangi, dan Batutulis.
“Ya, itu juga kita lakukan tahun ini,” pungkasnya. (*)




















