Bogor24Update – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Adriansyah Noor, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit UMMI Kota Bogor, dalam rangka monitoring dan evaluasi program magang nasional yang tengah berjalan.
Wamenaker dalam kunjungannya hadir bersama jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk Direktur Magang, Kepala Biro Humas, serta sejumlah staf. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh pihak manajemen rumah sakit, termasuk pemilik RS UMMI, Fahmi Abdul Kadir Askar.
“Alhamdulillah hari ini saya dan rombongan dari Kementerian Ketenagakerjaan berkunjung atas undangan lansung dari owner Rumah Sakit UMMI Pak Fahmi dan disambut baik. Kami berdiskusi cukup panjang terkait pelaksanaan program magang, mulai dari batch 1, batch 2, hingga batch 3,” kata Adriansyah Noor, Selasa, 14 April 2026.
RS UMMI tercatat telah menerima 120 peserta magang pada batch 1 dan 2. Program yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kemenaker ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Para peserta yang mengikuti program ini para lulusan baru (fresh graduate) yang belum memiliki pengalaman kerja. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di dunia kerja sesuai bidangnya selama enam bulan.
“Tentunya juga mereka juga difasilitasi oleh pemerintah dengan mendapatkan uang saku dan pengganti transportasi dan lain-lain itu sebesar UMP yang ada di wilayah masing-masing di kabupaten, kota maupun provinsi,” jelas Adriansyah Noor.
Dalam kunjungannya, Wamenaker juga berdialog langsung dengan para peserta magang. Dari sesi tanya jawab, mayoritas peserta mengaku puas dengan pengalaman yang didapatkan.
“Mereka malah bilang kalau bisa boleh tambah lagi magang, tapi peraturannya tidak boleh dan dengan mentor juga saya mengucapkan terima kasih sudah memberikan pendidikan kepada anak-anak magang,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menerangkan, para mentor di tempat magang menyampaikan apresiasi terhadap kemampuan dan potensi para peserta.
“Mentor juga merasa puas dengan anak-anak magang yang luar biasa kemampuan intelektualnya dan juga kopetensi mereka dalam bekerja di bidangnya masing-masing. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas program magang nasional. Setelah sebelumnya menargetkan 100 ribu peserta, kini jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 150 ribu peserta.
“Penambahan ini akan mulai pada batch berikutnya di tahun 2026 sekitar Mei–Juni,” imbuhnya.
Program ini, lanjut ia, melibatkan lebih dari 9 ribu perusahaan yang berkolaborasi dengan Kemenaker
“Ada perusahaan industri, ada perusahaan seperti sekarang ini rumah sakit, kemudian ada di BUMN, pertambangan, macam-macam segala sektor,” terangnya.
Pendaftaran program magang nasional dilakukan melalui aplikasi Magang Hub dengan setiap peserta dapat memilih hingga dua posisi pekerjaan sesuai minat dan bidangnya.
“Mereka mendaftar melalui aplikasi yang kita punya, di Magang Hub dan mereka mendaftar kalau engak salah diberikan kesempatan 2, jadi 1 anak 2 pilihan jabatan atau pekerjaan ya sesuai dengan pilihan mereka,” pungkasnya. (*)






















