Bogor24Update – Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus berupaya dalam mengembangkan potensi wilayah melalui sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengelolaan lingkungan. Hal itu diungkapkan Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah, saat ditemui di kantornya, Kamis, 21 Mei 2026.
Yayan menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus mencari potensi baru yang dapat menjadi unggulan masyarakat.
“Potensi di wilayah Sukaresmi memang ada beberapa hal yang sedang kita angkat dan kita kembangkan salah satunya UMKM,” ujar Yayan.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya wilayah Sukaresmi dikenal dengan jambu merahnya. Tetapi karena wilayah sudah banyak beralih fungsi menjadi kawasan perumahan, potensi tersebut semakin berkurang.
“Dulu Sukaresmi terkenal dengan jambu merahnya dan produk jus jambu merahnya. Tapi karena memang kewilayahan sudah ada yang berubah menjadi perumahan, akhirnya kita harus memacari potensi yang lain salah satunya pengembangan dari bunga teleng untuk minuman, terus keripik tempe, tetapi di luar abon tongkol yang sudah ada,” ungkapnya.
Selain itu, kata ia, Kelurahan Sukaresmi sedang menjalankan berbagai program Pemerintah Kota Bogor. Pihaknya salah satunya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai program PSEL.
“Itu di luar kegiatan yang lain seperti sosialisasi terkait dengan BPJS dan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk),” ucap Yayan.
“Kebetulan di wilayah Sukaresmi ada kegiatan setiap akhir pekan kita melakukan koordinasi dan kegiatan bebersih di wilayah. Kegiatan yang sudah kita lakukan di stoplet di RW 02, salah satunya itu,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, di Kelurahan Sukaresmi juga menggencarkan edukasi pengelolaan sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.
“Pada minggu kemarin kita di RW 06 mengundang warga dan kader serta Dinas Lingkungan Hidup bagaimana teknis pengelolaan sampah. Karena saat ini hanya penanganan sampah saja yang ada di wilayah tapi pengelolaannya belum dapat, ” tuturnya.
Yayan menambahkan, di RW 05 pihaknya bekerjasama untuk mengajukan bantuan bibit maggot ke Dinas Lingkungan Hidup.
“Jadi di RW 05 sudah mulai dari rumah tangga sudah pemilihan sampah dan RW 01 sudah ada pengembangan dari maggot yang tentunya bisa menjadi bagian dari pengelolaan sampah tersebut,” tutupnya. (*)





















