Bogor24Update – Jurnalis Indonesia dari media Tempo, Andre Nugroho, dilaporkan ditahan tentara Israel atau Israel Defence Forces (IDF) saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza, pada Senin 18 Mei 2026.
Diketahui, Andre ditahan bersama delapan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya yakni Thoudy Badai, Hendro Prasetyo, Andi Angga, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto, As’ad Aras, Rahendro Herubowo, serta Bambang Nuroyono.
Sekretaris Perusahaan Tempo, Jajang Jamaludin mengaku sudah menerima kabar penahanan terhadap salah satu jurnalisnya tersebut.
“Tempo telah menerima informasi dari pihak pengundang bahwa Andre termasuk salah satu anggota relawan bantuan kemanusiaan yang ditahan oleh tentara Israel pada Senin, 18 Mei 2026, setelah kontak rutin dengan yang bersangkutan terputus sejak Minggu, 17 Mei 2026,” ujar Jajang dalam keterangannya, Kamis 21 Mei 2026.
Jajang menjelaskan, sebelum Andre diberangkatkan ke Gaza, Tempo telah memberikan pelatihan yang memadai kepada yang bersangkutan untuk meliput dan menjadi relawan kemanusiaan di wilayah konflik. Baik melalui pelatihan internal maupun pelatihan yang diselenggarakan lembaga pengundang, yakni GSF dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
“Tempo memberangkatkan Andre dalam misi bantuan kemanusiaan tersebut karena bantuan bagi masyarakat sipil di Gaza sangat mendesak, perhatian publik Indonesia atas konflik di Gaza juga sangat besar. Jadi, sebagai institusi pers, Tempo memandang penting untuk memenuhi hak masyarakat dalam memperoleh informasi langsung dari lapangan,” jelasnya.
Tempo akan terus berupaya melengkapi dan memperbarui informasi melalui berbagai pihak, terutama GSF dan GPCI untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai situasi yang terjadi di lapangan.
Bahkan, Tempo juga memanfaatkan berbagai saluran komunikasi dan jaringan relasi, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memastikan isu tersebut menjadi perhatian bersama serta mencari langkah terbaik demi menjamin keselamatan dan pemulangan Andre.
Selain itu, Tempo juga akan terus berkoordinasi dengan media dan lembaga lain yang stafnya juga dilaporkan ditahan oleh tentara Israel untuk merumuskan dan menjalankan langkah bersama dalam penggalangan solidaritas, dukungan internasional, serta upaya pemulangan para relawan dan pekerja media yang ditahan.
“Kami akan terus berusaha mengupdate kondisi jurnalis kami dan tim relawan yang ditahan, update lebih lanjutnya akan akan kami sampaikan,” pungkasnya.(*)






















