Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui berbagai program pendampingan dan penguatan legalitas usaha.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bogor, Dedie A.Rachim usai membuka Kick Off UMKM naik kelas Provinsi Jawa Barat tahun 2026 di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Selasa, 26 Mei 2026.
“Kegiatan UMKM naik kelas ini digagas oleh Dinas KUK Provinsi Jawa Barat,” kata Dedie Rachim kepada wartawan.
Dedie Rachim menjelaskan, Kota Bogor juga memiliki program pendampingan yang didukung melalui APBD Kota Bogor. Bantuan untuk UMKM tersebut seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan sertifikasi halal.
“Di Bogor sendiri kita punya program pendampingan juga, dibantu oleh APBD Kota Bogor , seperti membantu UMKM mendaftarkan NIB, KBLI, termasuk NPWP, dan sertifikasi halal,” ucap Dedie.
Kolaborasi antara Pemkot Bogor dengan Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, kata Dedie, diharapkan mampu memberikan tambahan pengetahuan bagi pelaku UMKM.
“Kalau kita kombinasikan dengan program Dinas Provinsi Jawa Barat, tentu akan ada banyak tambahan pengetahuan UMKM
bagaimana mereka bisa memasarkan produknya di level yang lebih tinggi, sehingga misalnya bisa masuk ke Indomaret atau Alfamart dengan kelengkapan sisi administrasi dan persyaratan,” jelasnya.
Menurutnya, apabila UMKM sudah memenuhi seluruh persyaratannya, maka UMKM tersebut bisa bertanggungjawab atas produknya.
“Artinya, siapapun nanti pasar yang bisa menyerap produk mereka, mereka sudah yakin bahwa produk ini memang sudah memenuhi persyaratan tertentu. Karena namanya produk UMKM ini kebanyakan sektor pangan, kuliner, snack, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Dedie juga mengapresiasi 88 UMKM Kota Bogor yang terpilih akan mengikuti program pendampingan selama empat bulan.
“Alhamdulillah terima kasih dari sekian banyak yang sudah terseleksi ada 88 UMKM Kota Bogor yang bisa ikut
dalam pendampingan selama empat bulan,” pungkasnya. (*)






















