Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan melalui sejumlah program strategis, mulai dari Bogor Inner Ring Road (BIRR), Sekolah Rakyat, hingga peningkatan infrastruktur dan penanganan persoalan lingkungan.
Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi mengatakan, berbagai program pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun Pemerintah Kota Bogor saat ini berfokus di wilayah Bogor Selatan.
“Alhamdulillah ada beberapa program strategis, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kota Bogor yang fokus di Bogor Selatan,” ujar Harry Cahyadi kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Harry, keberhasilan pelaksanaan program tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan kekompakan dan kolaborasi pentahelix, kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mengurai berbagai persoalan yang ada di wilayah Bogor Selatan,” katanya.
Salah satu program prioritas, dijelaskan ia, pembangunan Jalan BIRR. Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan pelaksanaan program Sekolah Rakyat serta pembangunan infrastruktur secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
“Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan infrastruktur di Bogor Selatan dapat berkembang sesuai harapan dan aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan BIRR terus berjalan. Dari total kebutuhan lahan sekitar 11 hektare, sekitar 7 hektare saat ini telah memasuki tahapan administrasi.
Lahan tersebut tersebar di tujuh kelurahan yang akan dilintasi trase jalan, yakni Mulyaharja, Pamoyanan, Harjasari, Genteng, Cipaku, dan wilayah lainnya di Kecamatan Bogor Selatan.
“Dari kebutuhan sekitar 11 hektare, kurang lebih 7 hektare saat ini sudah dalam proses administrasi. Mudah-mudahan sisanya segera diproses melalui pembebasan lahan yang sedang dirumuskan oleh Pemerintah Kota Bogor bersama DPRD,” jelasnya.
Harry berharap tahapan administrasi dapat diselesaikan pada tahun ini, sehingga proses pembebasan lahan dapat dimulai tahun depan dan dilanjutkan dengan pembangunan fisik pada tahun berikutnya.
“Mudah-mudahan tahun ini proses administrasi selesai, tahun depan pembebasan lahan berjalan, kemudian dilanjutkan pembangunan,” tuturnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Bogor juga mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
Harry menjelaskan, pemerintah kecamatan berperan mendukung proses administrasi dan pendataan calon peserta didik berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) atau kategori desil yang telah ditetapkan pemerintah.
“Data dan mekanismenya berasal dari Kementerian Sosial. Kami di kecamatan bertugas mengawal proses administrasinya agar masyarakat yang memenuhi kriteria dapat mengikuti program tersebut. Kami mendukung penuh program ini agar anak-anak di Kota Bogor, khususnya Bogor Selatan, tidak putus sekolah,” ucap Harry.
Saat ini, kata ia, terdapat sekitar tiga warga asal Bogor Selatan yang telah mengikuti program Sekolah Rakyat di luar wilayah Kota Bogor.
Sedangkan untuk di sektor lingkungan, Harry mengatakan, kondisi timbulan sampah di Bogor Selatan mulai menunjukkan perbaikan. Hal tersebut didukung kegiatan kerja bakti rutin yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kelurahan, aparat keamanan, LPM, hingga pengurus RT dan RW.
Setiap Selasa dan Jumat, Forkopimcam bersama seluruh pemangku kepentingan turun langsung membersihkan titik-titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
“Kami melakukan kerja bakti bersama setiap hari Selasa dan Jumat. Seluruh stakeholder terlibat, mulai dari lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM hingga RT dan RW. Jika ditemukan tumpukan sampah liar, kami langsung melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk proses pengangkutannya,” ujar Harry.
Ia menambahkan, fokus penanganan saat ini diarahkan pada lokasi pembuangan sampah liar yang masih menjadi persoalan di sejumlah titik. Dirinya optimistis upaya tersebut mulai menunjukkan hasil.
“Alhamdulillah, titik-titik pembuangan sampah liar sudah mulai berkurang dan kondisinya semakin tertata,” tutupnya. (*)






















