Bogor24Update –Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bogor selama sekitar satu bulan terakhir memicu peningkatan kasus kebakaran lahan.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 40 kejadian kebakaran lahan terjadi sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan kondisi kemarau di wilayah Bumi Tegar Beriman telah berlangsung sejak Juni dan masih berlanjut hingga Juli.
“Dari awal tahun (Januari 2026) sampai saat ini ada 171 kejadian kebakaran, tapi 40 di antaranya kebakaran lahan karena kekeringan pada Juni dan Juli,” ujar Yudi kepada wartawan, Kamis 23 Juli 2026.
Baca Juga : Kemarau Berpotensi Tinggi Terjadinya Kebakaran, Damkar Minta Masyarakat Lebih Waspada
Yudi menjelaskan, mayoritas kebakaran lahan pada musim kemarau dipicu oleh kelalaian manusia. Beberapa di antaranya akibat aktivitas membakar sampah di lahan kering hingga membuang puntung rokok sembarangan.
“Kemudian, ada juga dari kaca cermin atau kaca botol yang kadang-kadang bisa menjadi pemantik api saat musim kemarau,” ucapnya.
Karena itu, Yudi mengimbau para ketua RT dan RW untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing serta mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
“Kami mohon RT/RW untuk ikut bersama-sama mengawasi lingkungan masing-masing, kita saling mengingatkan agar jangan sampai masyarakat dirugikan dengan munculnya kebakaran lahan yang sudah semakin banyak,” pungkasnya.(*)




















