Cianjur24update — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengingatkan pentingnya menjaga Pancasila agar tidak sekadar menjadi simbol atau hafalan.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan sosial dan lunturnya nilai kebangsaan, masyarakat perlu menghidupkan kembali pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikannya saat menggelar kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Hotel Cordela, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Rabu, 29 Juli 2026.
“Pancasila jangan sampai menjadi hafalan dan dibaca saja, akan tetapi harus menjadi pedoman kehidupan kita sehari-hari. Moral di masyarakat kita sudah sangat luntur. Banyak yang berteriak ‘Saya Pancasila’, bahkan setiap hari Senin Pancasila dibacakan di sekolah. Akan tetapi, kenapa Pancasila diteriakkan tapi semakin ditinggalkan? Karena itu, falsafah bangsa ini harus terus digalakkan,” ujar Isfhan.
Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan enam agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), perwakilan delapan etnis di Cianjur, organisasi kepemudaan, kader Partai Golkar, anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Cianjur, hingga siswa-siswi SMAN 1 Cianjur.
Melalui kegiatan itu, para peserta diharapkan menjadi Relawan Kebajikan Pancasila yang mampu menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing, terutama kepada generasi muda.
“Relawan harus benar-benar rela mengingatkan dan membimbing. Orang tua, guru, maupun masyarakat harus bersama-sama mengawasi dan menegur anak-anak apabila melakukan hal-hal yang menyimpang,” katanya.
Isfhan juga menegaskan bahwa setiap relawan harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila. Ia mengaku tidak akan segan menegur apabila ada relawan yang justru terlibat dalam organisasi atau kegiatan yang bertentangan dengan falsafah bangsa.
“Saya berpegang pada kejujuran. Kalau memang tidak terlibat, saya percaya. Tetapi jika ternyata ada relawan yang tidak jujur dan bergabung dengan organisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, tentu akan saya tegur,” pungkasnya. (*)






















