Cianjur24Update — Abu vulkanik yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau ditemukan di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Fenomena tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah warga menemukan lapisan debu berwarna keabu-abuan di lingkungan rumah mereka.
Salah satunya terjadi di Kampung Pawenang, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Pada Minggu, 6 September 2026 pagi, lantai teras hingga bagian dinding depan rumah warga terlihat dipenuhi lapisan debu.
Warga setempat, Risma, mengatakan debu tersebut mulai terlihat sejak malam hari dan kembali ditemukan pada Minggu pagi.
Awalnya, Risma mengira debu yang menempel di teras rumahnya berasal dari lingkungan sekitar.
“Ya kan awalnya aku mau keluar ngambil handuk, mau sekalian nyapu. Nah pas nginjak teras kok tiba-tiba kayak ngeres. Aku pikir emang dari luar, dari lingkungan,” ujar Risma.
Risma kemudian melihat informasi yang beredar di media sosial terkait adanya sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Cianjur.
“Pas ngecek medsos ternyata lagi ramai, banyak debu vulkanik di Cianjur. Eh ternyata memang benar, pas aku kumpulin juga ternyata banyak banget,” katanya.
Setelah mengetahui debu tersebut diduga merupakan abu vulkanik, Risma langsung membersihkan bagian teras dan depan rumahnya.
Pembersihan dilakukan agar debu tidak terhirup maupun terbawa masuk ke dalam rumah.
“Ya langsung dibersihin aja, soalnya kan emang debu juga enggak baik buat lingkungan. Takutnya jadi bahan batuk pilek atau gimana, jadi ya udah aku bersihin aja,” ungkapnya.
Warga berharap informasi mengenai sebaran abu vulkanik dapat segera disampaikan kepada masyarakat agar warga dapat melakukan langkah antisipasi.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara dipenuhi debu. (*)





















