Cianjur24update — Suasana berbeda bakal terasa di pusat Kabupaten Cianjur pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ribuan warga diperkirakan akan memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan helaran budaya dalam rangkaian Cianjur Fest 2026.
Bukan sekadar pawai, agenda bertajuk “Rahayat Raksa Raharja” ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menikmati beragam kesenian dan budaya khas Cianjur yang ditampilkan dalam satu rangkaian helaran.
Di sisi lain, ramainya warga juga menjadi harapan tersendiri bagi para pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar jalur helaran. Mereka bersiap menyambut meningkatnya aktivitas warga dengan menambah persediaan dagangan.
Yulia (45), salah seorang pedagang di Jalan Siliwangi, mengaku sudah membayangkan ramainya suasana saat helaran berlangsung.
“Pasti bakal banyak warga yang menonton. Kalau ada agenda pawai biasanya warga datang dari mana-mana. Saya nanti mau banyakin barang jualan. Mudah-mudahan laku sehingga bisa menambah penghasilan,” kata Yulia.
Harapan serupa disampaikan Ayu dan Oop, pasangan suami istri yang menjalankan warung nasi di Gang Kirana, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.
Mereka berharap ramainya warga yang datang sejak pagi bisa ikut membawa berkah bagi usaha kecil yang mereka jalankan.
“Pasti ramai. Banyak warga yang datang. Acaranya katanya dari pagi. Mudah-mudahan jualan saya bisa laris manis,” kata mereka.
Bagi warga lainnya, helaran budaya menjadi kesempatan untuk menikmati pertunjukan yang tidak setiap hari bisa disaksikan.
Azis Abdul Malik (36), warga Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, mengaku tertarik menyaksikan langsung berbagai kesenian yang ditampilkan, termasuk Kuda Kosong yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon budaya Cianjur.
“Salah satunya Kuda Kosong. Ini jadi ciri khas setiap ada pawai,” ujar Azis.
Helaran budaya Cianjur Fest 2026 sendiri akan mengambil start dari Jalan Perintis Kemerdekaan atau kawasan Jebrod.
Peserta kemudian bergerak melewati Jalan Prof Moch Yamin, Jalan KH Hasyim Ashari, Jalan Mangunsarkoro, hingga Jalan A Sucipta sebelum berakhir di panggung kehormatan di Jalan Siliwangi, depan kompleks Pemkab Cianjur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari puncak Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349 sekaligus rangkaian HUT ke-81 Republik Indonesia.
Tak berhenti pada siang hari, kemeriahan akan berlanjut pada malam hari melalui Gema Syiar yang menghadirkan Ustaz Dennis Lim dan musisi religi Opick.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menilai kemeriahan tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat memberikan ruang tumbuh bagi aktivitas ekonomi warga sekaligus menjaga keberadaan budaya lokal.
“Ini akan banyak membawa manfaat bagi masyarakat dan pelestarian budaya di Kabupaten Cianjur,” kata Bupati.
Menurutnya, meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran, kegiatan yang melibatkan masyarakat tetap memiliki nilai penting, terutama sebagai ruang hiburan sekaligus upaya menjaga budaya daerah.
“Kita juga harus menjunjung nilai-nilai budaya yang tentunya harus dilestarikan,” pungkasnya.
Dengan perpaduan antara seni, budaya, hiburan, dan aktivitas ekonomi warga, Cianjur Fest 2026 diharapkan bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan manfaat bagi masyarakat. (*)





















