sukabumi24update – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan darurat ini diambil imbas dari sebaran asap dan debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang melanda kawasan Sukabumi dan sekitarnya.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Sukabumi, Ridwan, mengatakan pelaksanaan PJJ dilakukan berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan dan hasil rapat internal.”Pertimbangan ini berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan adanya surat edaran. Rapat koordinasi antara kepala sekolah dan para wakil kepala sekolah menyepakati pelaksanaan PJJ untuk siswa,” ujarnya, Senin (7/9/2026). Menurut Ridwan, PJJ diprioritaskan untuk hari ini sambil menunggu instruksi lebih lanjut, dengan jadwal pelajaran yang tetap sama seperti sekolah tatap muka.”Untuk jadwalnya sama dengan pembelajaran biasa. Guru-guru melalui wali kelas memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah. Proses belajarnya sama, salah satu alternatif komunikasinya menggunakan grup WhatsApp,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan pada Senin pagi, suasana di sejumlah sekolah memang tampak sepi tanpa aktivitas tatap muka. Ruang-ruang kelas yang biasanya dipadati para siswa kini kosong melompong. Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengalihkan proses KBM ke sistem daring dari tingkat TK hingga SMP demi menjaga kesehatan serta keselamatan para siswa dan tenaga pendidik. Pasalnya, tebalnya sebaran abu vulkanik memicu penurunan kualitas udara yang berisiko menyebabkan gangguan pernapasan hingga iritasi mata.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa sekolah tidak diliburkan, melainkan hanya mengalihkan metode pembelajaran.”Malam tadi kami mengadakan koordinasi bersama Kepala Dinas dan Sekda terkait situasi debu ini. Saya tegaskan, sekolah bukan diliburkan, tetapi dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh secara online,” kata Ayep Zaki.Ia menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dalam 1–2 hari ke depan.”Kita lihat perkembangannya 1–2 hari ke depan seperti apa. Mudah-mudahan debunya mereda dan situasi kembali normal. Kalau dampak besar di Sukabumi sendiri tidak ada, hanya memang debunya sampai ke sini,” tambahnya. Pemkot Sukabumi juga mengimbau seluruh siswa dan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa harus keluar ruangan, warga diminta untuk selalu mengenakan masker guna menghindari paparan langsung debu vulkanik.
Penulis: Tim Redaksi sukabumi24update
Sumber: Ridwan, Waka SMPN 2 / Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi




















