Cianjur24Update – Ribuan umat Muslim memadati Alun-Alun Cianjur, Jawa Barat, Kamis, 17 September 2026.
Mereka menggelar salat istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur.
Salat istisqa atau salat meminta hujan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari unsur Muspida, Pemerintah Kabupaten Cianjur, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, hingga masyarakat umum.
Pelaksanaan salat berlangsung khidmat. Ribuan jamaah bersama-sama melaksanakan salat dan memanjatkan doa agar hujan segera diturunkan serta kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Cianjur dapat berakhir.
Salat istisqa digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Cianjur dan Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Wakil Bupati Cianjur Ramzy Geys Thebe mengatakan, salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan.
“Salah satu bentuk ikhtiar kita memohon sama Allah SWT. Bukan hanya Kabupaten Cianjur saja, di seluruh wilayah Indonesia mengalami fase panas sehingga menyebabkan kekeringan,” kata Ramzy.
Menurutnya, kondisi kekeringan saat ini tidak hanya dirasakan masyarakat Cianjur. Sejumlah wilayah lain di Indonesia juga mengalami kondisi serupa akibat fase panas dan minimnya curah hujan.
Di Cianjur, dampak kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih membutuhkan dukungan dan penanganan dari pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap ikhtiar spiritual melalui salat istisqa dapat berjalan beriringan dengan langkah konkret untuk menangani dampak kekeringan, terutama dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Salat istisqa kemudian ditutup dengan doa bersama. Ribuan jamaah berharap hujan segera turun sehingga kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Cianjur dapat segera berakhir. (*)





















