Sukabumi24update – Kabar gembira bagi petani di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi! Setelah dinantikan selama kurang lebih 17 tahun, rencana pembangunan Daerah Irigasi (DI) Citarik akhirnya mulai menemui titik terang. Proyek strategis ini mulai memasuki tahap sosialisasi kepada masyarakat.
Infrastruktur irigasi ini diharapkan menjadi jawaban atas krisis air pertanian sekaligus menjadi penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi rencana pembangunan tersebut di dua lokasi, yakni Aula Kantor Desa Cikadu dan Aula Kantor Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu.
Proyek prestisius ini akan dilaksanakan oleh PT Nindya Karya, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternama di bidang konstruksi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriadi menegaskan, pembangunan DI Citarik merupakan bagian dari program prioritas nasional melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang ketahanan pangan.
“Ini bukti keseriusan dan skala prioritas program Inpres Nomor 2 Tahun 2025 terkait ketahanan pangan. Antusiasme masyarakat terhadap DI Citarik juga sangat luar biasa, mengingat program ini sudah kurang lebih 17 tahun dinantikan,” ujar Yadi.
Secara teknis, jaringan irigasi yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 4,5 kilometer dengan lebar sekitar 2 meter. Jalurnya akan melintasi dua desa, yakni sepanjang 3 kilometer di Desa Cikadu dan 1,5 kilometer di Desa Citarik.
Yadi menjelaskan, kewenangan utama pembangunan DI Citarik berada di pemerintah pusat. Sementara Dinas PU Kabupaten Sukabumi berperan sebagai penerima manfaat sekaligus melakukan koordinasi dan pemantauan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Pengawasan dan pemantauan akan kami lakukan bersama pihak pusat dan pengawas lapangan. Kami berupaya agar pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, RT, RW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), organisasi kepemudaan, hingga warga untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama proses pembangunan berlangsung.
Sambutan luar biasa datang dari masyarakat. Tokoh Pemuda Desa Cikadu, Dede Nurwandi mengatakan, warga sudah belasan tahun menanti realisasi irigasi tersebut.
Menurut Dede, keberadaan DI Citarik diperkirakan mampu menunjang pengairan sekitar 165 hektare lahan pertanian di wilayah Dusun Cikadu dan Dusun Pasir Biru.
Masyarakat berharap sosialisasi yang telah dilakukan segera ditindaklanjuti dengan pekerjaan fisik di lapangan, agar jaringan irigasi yang diidam-idamkan selama belasan tahun itu dapat segera terwujud dan dimanfaatkan.
Selain berharap proyek berjalan lancar, Dede juga menginginkan masyarakat setempat bisa dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami siap ikut mengawal pelaksanaan pembangunan agar kondusif. Harapannya pekerjaan berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Dede.
Penulis: Tim sukabumi24update
Editor: Redaksi sukabumi24update




















