“Nanti ada jangka panjang kami akan diajukan ke dewan dengan anggaran sekitar Rp60 sampai 70 juta tahun depan,” imbuh Soebiantoro.
Hal itu guna meningkatkan kapasitas tonase kendaraan, lantaran akses jembatan tersebut menjadi urat nadi yang aktif dilewati masyarakat sekitar setiap harinya.
“Kita batasi dulu, dan perbaikan tiga minggu, tapi kendaraan besar belum lewat karena tak kuat takut khawatir tambah parah,” cetusnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, kedepannya akan disiapkan anggaran untuk pembangunan lanjutan jembatan. Dia juga berharap penganggaran bisa diakomodir oleh DPRD Kota Bogor.
“Semoga dewan bisa diakomodir dan DED (Detail Engineering Design) sudah siap. Saya ingin konstruksinya seperti jembatan Gerendong di Rumpin,” pungkasnya.