Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim turun memantau langsung upaya pencarian aparatur sipil negara (ASN) bernama Bayu Zulkarnaen yang diduga terjatuh dari jembatan penghubung Cipaku dan Pamayonan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu 16 Agustus 2026.
Pada pencarian hari keempat pasca peristiwa Kamis 13 Agustus kemarin, Dedie meminta tim SAR gabungan untuk mengambil langkah tambahan dengan mengangkat sebagian sampah, potongan bambu, maupun sedimen yang berada di dasar sungai, khususnya di sekitar jembatan yang menjadi titik awal pencarian.
“Kita masih terus ikhtiarkan agar Saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane, area Pamoyanan ini bisa ditemukan segera. Saat ini kita sudah masuk hari keempat pencarian,” kata Dedie.
Namun, ia mengungkap ada sejumlah kendala yang dihadapi tim pencarian, yakni kondisi di bawah permukaan air, dimana jarak pandang atau visibilitas penyelam sangat terbatas, sementara arus bawah sungai cukup deras.
“Yang pasti kendala utamanya adalah visibility (jarak pandang) di dalam air. Meskipun sudah kita lakukan beberapa kali penyelaman, visibilitasnya sangat terbatas dan arus bawah sungainya juga kencang,” jelas Dedie.
Dedie meminta kepada keluarga korban agar tetap bersabar. Ia memastikan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya maksimal. Bahkan, pada hari pertama pencarian, tim melakukan penyelaman dan pencarian hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
“Ini menjadi bukti bahwa kami ingin hal seperti ini bisa terungkap. Dan apabila ada kejadian jatuh disini bisa segera ditemukan,” tuturnya.
Dedie berharap korban dapat segera ditemukan dan meminta masyarakat Kota Bogor turut mendoakan proses pencarian.
“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama apabila saudara bayu terjatuh dan hilang disini dapat segera ditemukan,” pungkasnya.(*)




















