“Karena memang kemarau ini dampaknya luar biasa ya, banyak petani-petani kita Gagal Panen, sedangkan program ketahanan pangan harus tetap berjalan, kita semua harus tetap makan. Ketika memang padi ini gagal atau tertunda karena kemarau dengan kemarin kita lakukan inovasi dengan menanam ubi,” lanjutnya.
“Air sebenarnya ada cuma karakteristik padi itu berbeda, dia harus ada air terus setiap harinya kalau ubi yang saya tanam ini yang penting tanahnya basah cukup,” sambungnya.
Supratno berharap, program ubi yang digalakkannya ini bisa terus meluas dan menjadi contoh desa lainnya yang ada di Kabupaten Bogor
“Mudah-mudahan ini jadi alternatif para petani dan bisa dicontoh petani di desa lainnya,” tandasnya.