Bogor24Update – Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dengan diramaikan oleh ribuan masyarakat yang memadati jalur kirab sepanjang 3,2 kilometer dari kawasan Bumi Ageung Batutulis hingga Lawang Suryakancana.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menilai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk menghargai warisan leluhur dan memperkuat nilai-nilai budaya Sunda di tengah masyarakat.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya yang diwariskan para leluhur Sunda.
“Kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang penuh makna, tentang bagaimana kita menghargai hasil warisan para leluhur kita,” ujar Dedie Rachim kepada media usai pelaksanaan acara kirab budaya di Vihara Dhanagun, Jalan Surya Kencana, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menuturkan bahwa Kota Bogor memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Pakuan Pajajaran dan Sri Baduga Maharaja. Nilai sejarah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga budaya dan mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.
Dedie Rachim juga menjelaskan filosofi Sunda yang menjadi nilai Kota Bogor, yakni Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga, yang memiliki makna bahwa apa yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan kebaikan para pendahulu, sehingga generasi saat ini memiliki tanggung jawab menanamkan kebaikan bagi masa depan.
“Nilai Kota Bogor itu Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampereun Jaga. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kebaikan dari para pendahulu kita dan kita pun harus menanamkan kebaikan untuk generasi mendatang, jadi itu sebuah nilai filosofis sunda yang kalau menurut saya sangat tinggi maknanya,” katanya.
Sebagai informasi, kirab budaya berlangsung dengan iring-iringan seni dan budaya Sunda yang menampilkan pakaian adat, tabuhan kendang, alunan angklung, serta berbagai pertunjukan tradisional yang disambut antusias oleh masyarakat di sepanjang jalur kirab. (*)





















