Cianjur24Update – Bhayangkari Cabang Cianjur melaksanakan panen hasil Pekarangan Pangan Lestari (P2L) pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Panen P2L Bhayangkari Cabang Cianjur dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Cianjur, Ny. Sendhi Alexander, S.H., M.Si., M.M., didampingi jajaran pengurus Bhayangkari Cabang Cianjur.
Program P2L Bhayangkari Cabang Cianjur dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah agar lebih produktif, asri, dan memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga.
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota Bhayangkari dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan kegiatan bercocok tanam.
“Alhamdulillah, Bhayangkari Cabang Cianjur melaksanakan panen hasil Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program P2L ini merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan lahan pekarangan agar lebih produktif dan bermanfaat,” ujar Ny. Sendhi Alexander.
Ia berharap hasil panen P2L Bhayangkari dapat membawa keberkahan sekaligus mendorong semangat untuk terus bercocok tanam.
“Semoga hasil panen ini membawa keberkahan dan menjadi motivasi untuk terus bercocok tanam demi mewujudkan pangan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ny. Sendhi Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Bhayangkari Cabang Cianjur yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan kekompakan dalam mengelola program Pekarangan Pangan Lestari.
“Terima kasih kepada seluruh anggota Bhayangkari Cabang Cianjur atas semangat gotong royong dan kekompakannya,” katanya.
Melalui panen P2L, Bhayangkari Cabang Cianjur mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan mandiri yang dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.
Pemanfaatan pekarangan untuk bercocok tanam diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mendukung terciptanya pangan yang sehat, mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (*)






















