“Di waktu terbatas delapan bulan ini (jabatan Pj wali kota Bogor) saya coba secara jangka pendek galakkan apa yang sudah ada, (pengelolaan sampah) 3R akan kita dorong, jika seandainya Bank Sampah juga bisa secara ekstensif, akan diperluas,” katanya.
Kemudian, sambungnya, langkah yang dilakukan sekarang mencari bantuan keuangan untuk pengelolaan sampah dengan menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Seperti di Kota Cimahi dan Kabupaten Banyumas.
Menurutnya, dengan penerapan teknologi tersebut setidaknya untuk menyelesaikan sekian puluh persen dari timbulan sampah volume harian agar tidak bergantung dibuang ke TPA Galuga.
Ia mengakui anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Namun hal tersebut akan diupayakan untuk didapatkan dari pemerintah pusat.
“Untuk kapasitas seperti Kota Cimahi 50 ton (sampah) per hari saja lumayan bisa sampai berapa puluh miliar dan itu bantuan pusat. Nanti kita coba untuk raih itu (bantuan keuangan),” ujarnya. (*)