Sukabumi24update – Program 12 Pas berbasis filantropi kembali digulirkan Pemerintah Kota Sukabumi dengan menyalurkan bantuan uang tunai, sembako, hingga modal usaha kepada warga di Kelurahan Baros dan Jayaraksa, Rabu Rabu, 6 Mei 2026.
Program yang kini memasuki episode ke-7 putaran kedua tersebut menghadirkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari uang tunai, sembako, hingga modal usaha berupa peralatan bagi pelaku usaha kecil.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Selain bantuan uang tunai dan sembako, sekarang ada tambahan program modal usaha atau MODUS berupa bantuan peralatan bagi masyarakat yang memiliki usaha kecil,” ujar Ayep.
Ia menjelaskan, seluruh bantuan dikelola Dinas Sosial Kota Sukabumi dengan melibatkan pekerja sosial untuk melakukan asesmen agar penyaluran tepat sasaran kepada masyarakat kategori Pemerlu Atensi Sosial (PAS).
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama jajaran perangkat daerah serta para sponsor.
Ayep menyebut dana yang dihimpun dalam program ini mencapai sekitar Rp400 juta, berasal dari sejumlah pihak seperti Bank BJB, Telkom, Baznas, PNM, BNI, Pegadaian, dan lainnya.
“Insya Allah semuanya akan disalurkan tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menegaskan program ini bersifat non-APBD dan berasal dari filantropi, sedekah jariah, serta kontribusi para pengusaha. Karena itu, ia mengajak pelaku usaha di Sukabumi untuk turut berpartisipasi.
Selama hampir satu tahun berjalan, penerima manfaat program ini dan program sosial lainnya telah mencapai hampir 200 orang.
Menurut Ayep, program non-budgeter ini menjadi bagian dari percepatan penanganan berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan ekstrem, stunting, pengangguran, hingga kawasan kumuh.
Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan dalam 10 tahun ke depan atau hingga 2035, berbagai persoalan sosial tersebut dapat ditekan hingga nol persen.
“Target kita jelas, stunting nol persen, kemiskinan hilang,” tegasnya. (*)






















