Bogor24Update – Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, SD Negeri Roda di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menggelar demonstrasi berbagai kegiatan ekstrakurikuler, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kepala SDN Roda, Ranti Sartika, mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk memperkenalkan pilihan aktivitas yang dapat diikuti peserta didik, khususnya siswa baru kelas I.
“Untuk penutupan MPLS hari ini kebetulan kita mau melaksanakan demo-demo ekstrakurikuler,” kata Ranti.
Ranti menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi di luar pembelajaran akademik.
“Di sekolah kami ada beberapa ekstrakurikuler yang bisa anak-anak ikuti. Ada pramuka, kemudian juga marawis, tari, komputer dengan futsal. Untuk ekstrakurikuler karate pernah diadakan selama hampir dua semester di tahun pelajaran lalu, tapi karena siswa yang hadir semakin berkurang, kami evaluasi dan akhirnya diputuskan untuk ditiadakan sementara waktu. Kami yakin prestasi tidak hanya diraih melalui bidang akademik, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik,” jelasnya.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, lanjut Ranti, MPLS juga menjadi sarana memperkenalkan budaya positif, visi dan misi sekolah, serta berbagai program yang akan dijalani siswa selama menempuh pendidikan di SDN Roda.
“Untuk tahun ajaran sekarang, SDN Roda menerima satu rombongan belajar (rombel) kelas I dengan jumlah 28 peserta didik, terdiri atas 16 siswa laki-laki dan 12 siswi perempuan,” katanya.
Rina menjelaskan, program ekstrakurikuler di SDN Roda baru berjalan sekitar satu tahun. Namun demikian, sekolah mulai melihat potensi siswa, terutama di bidang futsal.
“Kami juga sudah mengikuti kegiatan lomba-lomba yang diadakan di wilayah Kota Bogor baik yang diselenggarakan klub maupun ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN),” jelasnya.
“Walaupun belum menjadi yang terbaik, tapi insyaallah berproses, mudah-mudahan prestasi anak-anak bisa diraih melalui kegiatan ekstrakurikuler ini,” sambung Ranti.
Ia mengungkapkan, kegiatan MPLS Ramah merujuk Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 dilaksanakan dengan prinsip aman, inklusif, edukatif, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan, kekerasan, diskriminasi, maupun pungutan dengan penguatan karakter melalui beberapa materi utama MPLS.
“Ada Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI), Gerakan Rukun Sama Teman serta
Sopan dan Santun Bermedia Sosial,” tambah.
Sedangkan untuk kegiatan pembiasaan dan budaya positif yang dilaksanakan di SDN Roda, lanjut ia, untuk Senin ada Udara Bersih yaitu Upacara, Damai saat hening cipta, Rapi, Berkhidmat, Sigap.
Pada Selasa ada Selasih yaitu Selasa Bersih-bersih yang juga mendukung gerakan ASRI. Di Rabu ada Melawan Malas yaitu Menyanyikan Lagu Nasional Bersama dalam Kelas, dan untuk Kamis ada Spandek yaitu Setoran hapalan pendek.
“Di Jumat ada Ramal yaitu Rajin Beramal. Dilaksanakan setelah kegiatan dhuha bersama, cerpen (ceramah pendek) dengan tujuan menumbuhkan karakter religius dan sosial, melatih siswa Gemar bersedekah, menanamkan sifat empati sejak dini, mengajak siswa peduli terhadap sesama (dana infaq siswa disalurkan untuk santunan siswa yatim, tidak mampu atau yg terkena musibah),” bebernya.
Selain itu, ada juga program dengan nama BOKS (Bawa Ompreng ke Sekolah) jadi pembiasaan untuk juga sebagai upaya untuk mengurangi sampah dilingkungan sekolah.
“Serta ada gerakan GPS (Gerakan Pungut Sampah),” pungkasnya. (*)






















