Bogor24update – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memastikan belum memutuskan nilai tarif retribusi untuk Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Selatan dan Bogor Utara.
Kepala Dispora Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan, sampai saat ini untuk nilai tarif retribusi GOM belum final. Dengan kata lain, perlu dikaji dengan pembahasan yang mempertimbangkan dari berbagai aspek.
“Intinya kita harus mengakomodir kebutuhan olahraga sekitar terutamanya, memang akan dikaji, itu baru usulan sementara, belum final. Artinya akan banyak pembahasan dari berbagai sisi, kemampuan warga, perbandingan dengan lapangan bola sejenis, dan kebutuhan pemeliharaan,” kata Herry saat dihubungi via telepon, Rabu 18 Januari 2023.
Dengan demikian, pihaknya dalam pembahasan nanti akan juga meminta masukan dari warga, pengurus wilayah, termasuk klub sepakbola sekitar GOM. Hal itu dilakukan sebelum pengajuan revisi peraturan daerah (Perda) terkait retribusi masuk ke DPRD Kota Bogor.
“Jika nanti kondisi itu dirasa misalnya terlalu tinggi, pasti akan muncul dalam pembahasan nanti. Kalau saya kembali ke esensi dibangunnya GOR kecamatan buat warga. Saya juga dalam beberapa kesempatan menyampaikan dengan pak camat, pak lurah, LPM, RT RW, jangan sampai nanti warga sekitar tidak bisa mengakses GOM yang sejatinya untuk mereka,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, saat ini ada nilai tarif retribusi, namun baru sebatas melihat dari sisi perbandingan dengan lapangan bola sejenis dan kebutuhan pemeliharaan. Adapun secara besarannya Rp500 ribu per dua jam.
“Itu baru usulan awal, baru perkiraan, karena di lapangan sejenis dengan sintetis itu tinggi, Rp2 sampai 3,5 juta yang saya tahu. Angka ini (Rp500 ribu per dua jam) masih bisa berubah,” katanya.
Sementara untuk pemeliharaan GOM Bogor Selatan dan Bogor Utara, terang Herry, hingga enam bulan kedepan sejak rampungnya pembangunan pada Desember 2022 masih dilakukan oleh pelaksana pekerjaan atau kontraktor.
“Sekarang masih tanggung jawab kontraktor enam bulan kedepan. Jadi masih ada waktu untuk pembahasannya hingga penyelesaian perdanya (retribusi GOM),” tandasnya. (Haris)