Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Markas Polresta Bogor Kota.
Apel yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 ini sebagai bentuk kesiapan pengamanan Lebaran 2026.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa secara umum kesiapan personel sudah sangat baik untuk memastikan pelaksanaan mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman.
“Kesiapan personel pada umumnya sudah siap untuk terjun mengamankan dan memastikan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” ujarnya.
Namun demikian, Dedie menegaskan bahwa masih diperlukan koordinasi, kolaborasi, serta sinergi antarinstansi sebagaimana arahan Kapolri dalam pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran tahun ini.
Potensi masyarakat, lanjut ia, juga harus diberdayakan untuk membantu mengurangi beban tugas aparat keamanan dan pemerintah daerah.
“Unsur-unsur partisipasi masyarakat juga harus dioptimalkan dan diberdayakan. Jadi itu salah satu pesan dari Kapolri dalam rangka Operasi Ketupat 2026,” ungkapnya.
Pengamanan mudik dan arus balik di Kota Bogor, dirinya optimistis, dapat berjalan maksimal melalui kerja sama antara kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kota Bogor.
“Insyaallah dengan pimpinan Pak Kapolresta dan Pak Dandim bersama Pemerintah Kota Bogor akan melaksanakan ikhtiar pengamanan mudik maupun arus balik semaksimal mungkin agar masyarakat nyaman dan selamat,” tuturnya.
Dalam operasi ini, sebanyak 1.418 personel diterjunkan yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat.
Secara teknis, pengamanan akan difokuskan pada enam titik utama, dengan salah satunya Pos Baranangsiang sebagai pos terpadu, sehingga total terdapat tujuh pos pengamanan dan pelayanan.
Ia menambahkan, di titik-titik tersebut, aparat juga dapat menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas sesuai situasi di lapangan, seperti sistem buka tutup jalur, contra flow, hingga penerapan ganjil genap.
“Kapolri sudah memberikan semacam tugas diskresi kepada kepolisian khususnya Polresta Bogor Kota untuk melakukan berbagai hal tadi,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam mengamankan masa mudik, arus balik, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Hari ini kita melaksanakan apel gelar pasukan yang dipimpin oleh pak Walikota Bogor adalah perintah yang akan kita laksanakan bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah yang akan dilakukan selama periode Lebaran, antara lain pengawasan rumah warga yang ditinggalkan mudik, pengamanan arus lalu lintas, hingga berbagai program mitigasi keselamatan.
“Bukan hanya harus mudik dan harus balik , kami juga akan menjaga situasi kamtibmas secara umum,” tuturnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Bogor bersama kepolisian juga akan melepas program mudik gratis menggunakan enam bus yang rencananya akan dilepas pada 16 Maret di Alun-Alun Kota Bogor.
“Itu adalah agenda mitigasi untuk mengurangi dampak potensi kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat dari kendaraan roda dua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, berbagai langkah lain juga telah dilakukan, seperti kegiatan gerakan pangan murah serta program servis gratis bagi pengemudi ojek online berupa penggantian oli dan perbaikan rem cakram.
Bukan hanya itu, kepolisian bersama TNI juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor gratis bagi masyarakat yang akan mudik. Layanan ini tersedia di kantor polres, polsek, serta koramil dan kodim.
Adapun syarat penitipan kendaraan cukup dengan menunjukkan STNK atau fotokopinya serta KTP pemilik kendaraan.
“Saat kembali ke Kota Bogor, pemilik cukup membawa STNK serta KTP dan kami akan menyerahkan kendaraan itu,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi antarumat beragama, mengingat momentum Lebaran tahun ini berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
“Kami meminta seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi umat beragama, khususnya apabila malam takbiran berdekatan dengan perayaan Nyepi,” ujarnya.
Kombes Rio menegaskan bahwa Polri bersama TNI dan Pemerintah Kota Bogor, akan bekerja maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami bersama Pak Dandim, dibawa kepemimpinan pak Walikota akan maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat baik sebelum maupun sesudah Hari Raya Idul Fitri, ” pungkasnya. (*)




















