Cianjur24update – Tak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati keindahan bunga sakura khas Negeri Matahari Terbit.
Di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di Kebun Raya Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, bunga sakura (Prunus cerasoides) kembali bermekaran dan menghadirkan panorama merah muda yang selalu dinanti para pencintanya, hingga wisatawan.
Bunga yang bermekaran cukup merata menjadikan musim mekar kali ini sebagai waktu terbaik untuk menikmati suasana bak musim semi di tengah udara sejuk Cibodas.
Tak banyak yang mengetahui, sakura di Kebun Raya Cibodas memiliki keistimewaan yang jarang ditemukan di negara asalnya.
Jika di Jepang bunga sakura umumnya hanya mekar sekali dalam setahun, sakura jenis Prunus cerasoides di Cibodas justru mampu berbunga dua kali dalam setahun, yakni pada Januari–Februari dan kembali pada Juli–Agustus.
Keunikan tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang membuat Kebun Raya Cibodas selalu ramai dikunjungi setiap musim bunga tiba.
Hamparan bunga berwarna merah muda yang bermekaran di antara pepohonan hijau menciptakan panorama yang memanjakan mata sekaligus menjadi spot favorit bagi para pengunjung untuk mengabadikan momen.
Branch Manager Kebun Raya Cibodas, Dede Dani Rudiansyah, mengatakan kualitas mekarnya bunga sakura sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca.
“Jika cuaca cerah dan mendukung, bunga dapat bertahan mekar selama sekitar satu hingga dua minggu. Sebaliknya, apabila hujan turun terus-menerus, bunga biasanya mulai berguguran dalam waktu tiga hingga lima hari,” ujarnya.
Prunus cerasoides merupakan tanaman berkayu dari famili Rosaceae yang bersifat menggugurkan daun. Menjelang masa berbunga, sebagian besar daunnya akan rontok secara alami.
Setelah itu, bunga-bunga bermunculan hampir serempak di setiap ranting, menghasilkan pemandangan yang menjadi ikon Kebun Raya Cibodas setiap musim mekarnya.
Di balik keindahannya, Kebun Raya Cibodas juga memiliki sejarah panjang. Kawasan ini didirikan pada 11 April 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann dengan nama Bergtuin te Tjibodas.
Awalnya, kebun raya ini difungsikan sebagai lokasi aklimatisasi berbagai tanaman introduksi bernilai ekonomi, termasuk pohon kina (Cinchona calisaya).
Kini, Kebun Raya Cibodas yang berada di bawah pengelolaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi salah satu destinasi wisata alam dan edukasi hayati unggulan di Jawa Barat.
Selain koleksi tanaman pegunungan tropis, kawasan ini juga menawarkan udara sejuk, hamparan taman yang luas, air terjun, serta jalur-jalur trekking yang menjadi favorit wisatawan.
Karena masa mekarnya hanya berlangsung dalam waktu singkat, pengelola mengajak masyarakat memanfaatkan momen langka ini untuk menikmati pesona bunga sakura.
Pengunjung juga diimbau menjaga kebersihan, tidak memetik bunga, tidak merusak tanaman, serta mematuhi aturan yang berlaku agar keindahan sakura tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (*)






















