Bogor24Update – Pembangunan trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, menunjukkan progres positif. Saat ini, pembangunan telah mencapai hampir 45 persen. melampaui target yang ditetapkan sebesar 39 persen.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi progres pembangunan tersebut. Menurut ia, capaian tersebut menunjukkan adanya deviasi positif sekitar 6 persen dari target yang telah ditentukan.
“Saya mengapresiasi ini, ada deviasinya kurang lebih 6 persen. Target 39 persen, sekarang sudah hampir 45 persen. Jadi sesuai dengan target kita, paling tidak di awal November itu sudah bisa dibuka,” kata Dedie Rachim saat meninjau lokasi pembangunan trase baru Batutulis, Senin, 31 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, meski progres pembangunan berjalan cukup baik, masih terdapat sejumlah pekerjaan teknis yang dihadapi. “Pertama adanya tanah lempung yang mungkin harus ada treatment,” ujarnya.
Selain kondisi tanah, penyesuaian juga diperlukan terkait lebar trase baru dengan jalan lama. Jalan baru yang dibangun memiliki lebar sekitar 8 meter, sementara jalan lama di bawahnya hanya sekitar 6 meter.
“Jalan baru ini kan kurang lebih 8 meter, jalan lama di bawah ini sekitar 6 meter. Nanti kita coba lihat, tetapi saya pikir yang justru harus kita sesuaikan adalah jalan lama, supaya tentu bukan tambah lama tambah menyempit, karena dijalan lama itu belum ada trotoar kemudian juga drainasenya mungkin harus disempurnakan juga,” katanya.
Lebih lanjut, Dedie Rachim menjelaskan, proses pembuatan saluran outlet untuk pembuangan air juga masih berlangsung. Pekerjaan tersebut dinilai ia perlu dipercepat mengingat kondisi cuaca saat ini belum memasuki musim penghujan
“Proses pembuatan saluran outlet untuk pembuangan air juga masih berjalan. Mumpung cuacanya masih belum hujan, ini timing-nya tepat. Mudah-mudahan bisa diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya.
Selain itu, kontraktor juga melakukan penyesuaian radius pada akses masuk dan keluar trase jalan baru. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mempertahankan keberadaan pohon di sekitar lokasi.
“Tetapi ada penyesuaian radius untuk jalan masuk dan jalan keluar. Karena kita tidak mungkin menebang pohon lagi. Didepan itu sebetulnya ada satu pohon yang kalau secara gambar teknis dan radius untuk geometri bukaan mesti nya mungkin kena dampak, tetapi kita ngalah pohon jangan ditembangin terus,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat pula fasilitas milik warga berupa gapura yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Pemerintah menyebut telah melakukan pembicaraan terkait keberadaan gapura tersebut.
“Termasuk juga ini ada gapura punya warga, kemarin sempat ada pembicaraan. Nanti kalau selesai mungkin kita bikin diganti dengan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)




















