Cianjur24Update– Dua rumah warga di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga menjadi sasaran aksi teror bom molotov.
Kedua rumah tersebut diketahui merupakan kediaman tim sukses salah satu calon kepala desa yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dini hari. Dua rumah yang menjadi sasaran berada di Kampung Cibogo Dua dan Kampung Cibogo Tiga, Desa Mekargalih.
Aksi pelemparan diduga bom molotov tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV milik warga. Dalam rekaman, terlihat dua orang menggunakan sepeda motor tiba-tiba berputar arah sambil menyalakan api yang diduga berasal dari bom molotov.
Keduanya kemudian mendekati salah satu rumah warga dan melakukan pelemparan. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Salah seorang korban, Budi, mengaku mengetahui adanya dugaan aksi teror bom molotov setelah mendapat informasi dari rekannya yang juga menjadi korban.
Rekannya tersebut diketahui merupakan ketua tim pemenangan salah satu calon kepala desa yang rumahnya berada di Kampung Cibogo.
Tak lama berselang, sekitar pukul 05.30 WIB, Budi juga mengalami kejadian serupa. Saat itu, ia dibangunkan oleh istrinya yang mengira terdapat aktivitas pembakaran sampah di halaman rumah.
Namun, setelah diperiksa, Budi menemukan bekas material rumah yang terbakar serta pecahan kaca berserakan di sekitar lokasi.
Budi menduga terdapat dua botol bom molotov yang dilemparkan ke halaman rumahnya.
“Kalau ini yang menimpa halaman rumah saya dengan bom molotov itu dua. Yang satu jatuh di sini, percikannya juga ke mana-mana. Yang kedua juga di sini,” ujar Budi.
Budi menduga aksi teror tersebut mungkin berkaitan dengan dukungan politik terhadap calon kepala desa. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih sebatas praduga pribadi.
“Secara praduga saya, mungkin bisa jadi ada kaitannya ke situ. Karena kejadiannya tidak hanya di satu titik rumah saya saja, termasuk ketua tim saya,” katanya.
Merasa menjadi korban teror, Budi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Jajaran Polres Cianjur bersama Polsek Ciranjang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal, mengumpulkan keterangan saksi, serta mencari sejumlah barang bukti.
Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim gabungan dari Satuan Reserse Polres Cianjur dan Unit Reserse Polsek Ciranjang untuk mengungkap kasus tersebut.
Polisi saat ini masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
“Kami langsung turunkan tim dari Unit Reskrim Ciranjang bergabung dengan Satuan Reserse Polres Cianjur untuk mencari saksi-saksi dan bukti-bukti di lokasi terdekat,” ujar Kapolres.
Ia meminta masyarakat, khususnya warga Ciranjang dan Kabupaten Cianjur, tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Terkait dugaan motif politik menjelang Pilkades, Beddy menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya keterkaitan antara aksi teror tersebut dengan kontestasi pemilihan kepala desa.
“Kami belum bisa menyimpulkan. Saat ini masih mendata dan mencari bukti-bukti di lapangan. Setelah ada bukti-bukti, nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” katanya.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan aksi pelemparan bom molotov yang menyasar dua rumah warga di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Masyarakat diimbau tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi. (*)






















