Sukabumi24update – Puluhan siswa SDN Bojongkoneng, Kabupaten Sukabumi geger. Sebanyak 39 siswa mengalami gangguan kesehatan diduga usai mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis MBG yang sudah kedaluwarsa. Insiden ini langsung memicu respons tegas Badan Gizi Nasional BGN. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Cibadak 02 dibekukan dan kepala SPPG dijatuhi sanksi SP1.
Kini Sudah Pulih Meski sempat drop, kondisi 39 siswa korban keracunan kini sudah membaik. Mereka sudah kembali masuk sekolah dan beraktivitas seperti biasa.”Berdasarkan informasi dari Kepala Sekolah dan observasi di sekolah, alhamdulillah seluruh siswa sudah masuk sekolah, sudah kembali pulih,” ujar Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Sukabumi, Firman Juliansyah, Jumat 14/08/2026.
Sebagai langkah pencegahan, BGN langsung menghentikan sementara operasional dapur MBG yang diduga jadi sumber masalah. SPPG Sukabumi Cibadak 02 di Kampung Bojong Setra sudah stop beroperasi sejak 30 Juli 2026. Surat suspend resmi terbit 31 Juli 2026.”Kepala SPPG Cibadak 2 sudah dipanggil KPPG untuk pemeriksaan. Terbit SP1 untuk yang bersangkutan tertanggal 3 Agustus, sekarang SPPG masih tutup,” jelas Firman. Pemberhentian ini dilakukan agar ada evaluasi total terhadap pengawasan dan distribusi makanan MBG.
Hasil penelusuran, penyebab utamanya adalah susu kedaluwarsa. Kepala SPPG Cibadak 02, Rizal Ramadhan, mengakui ada kelalaian saat sortir bahan baku.”Memang ada indikasi, sebagian kecil dari susu tersebut ada yang lewat dari masa expired yaitu pada tanggal 28 Juni 2026,” katanya. Ia menyebut saat itu ada 2 jenis susu UHT dengan tanggal beda. Namun 2 karton terlewat dari pengecekan.”Memang ada 2 karton yang kami terlewat, yang mungkin bisa menjadi potensi di lapangan. Tapi kami sudah melakukan penyisiran ke semuanya,” tambah Rizal. BGN menegaskan akan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Penulis: Tim Redaksi sukabumi24update
Sumber: BGN Wilayah Kab. Sukabumi, SPPG Cibadak 02





















