Bogor24Update – Sebanyak 2.189 warga di Kampung Cibedug Mayak dan Kampung Cibedug Raden, Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan bantuan terhadap warga terus dilakukan.
Puncaknya, kata dia, saat pihaknya menerima laporan krisis air bersih yang dirasakan warga Sukaraja pada Selasa 7 Juli 2026 dimana tercatat ada sebanyak 653 kepala keluarga (KK) atau 2.139 orang mengalami kesulitan.
“Setelah kami data, kemarau panjang mengakibatkan kekeringan di Kampung Cibedug Mayak dengan jumlah 369 KK atau 1.389 orang, dan Kampung Cibedug Raden dengan jumlah 284 KK atau 800 orang. Total 653 KK atau 2.189 orang terdampak kekeringan,” kata Adam dalam keterangannya, Rabu 8 Juli 2026.
Baca Juga : Imbas Kekeringan, Krisis Air Bersih Landa SMPN 2 Citeureup
Adam menjelaskan, kekeringan terjadi akibat hujan yang tidak kunjung turun di wilayah tersebut.
“Akibat anomali iklim atau musim kemarau panjang ini memicu rangkaian dampak beruntun, seperti turunnya cadangan air dan kurangnya sumber mata air,” ucapnya.
Dampak dari kondisi tersebut membuat hampir seluruh sumur milik warga mengering sehingga menyebabkan krisis air bersih.
“Sumur yang mengering membuat warga harus mencari sumber air ke aliran Sungai Cikeas,” tuturnya.
Baca Juga : Intensitas Hujan Turun, Warga Hambalang Krisis Air Bersih
Untuk mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 15 ribu liter ke dua kampung yang terdampak.
“Untuk saat ini dua kampung tersebut aman terkendali untuk pasokan air bersih karena sudah didistribusikan oleh tim TRC BPBD Kabupaten Bogor dengan volume 15 ribu liter,” pungkasnya.(*)




















