Cianjur24update — Aksi maling ternak di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, kembali meresahkan warga.
Belasan ayam dan bebek milik sejumlah warga Desa Sukamulya raib dalam satu malam.
Ironisnya, pencurian hewan ternak yang diduga telah berulang kali terjadi itu akhirnya terekam kamera CCTV dan kini tengah diburu jajaran Polsek Karangtengah.
Salah seorang korban, Ukasah (65), mengaku kehilangan belasan ekor ayam dan bebek peliharaannya dalam semalam.
Menurutnya, aksi pencurian ternak di lingkungan tempat tinggalnya bukan kali pertama terjadi. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir dirinya sudah dua kali menjadi korban.
“Belasan ekor ayam dan bebek milik saya hilang dalam satu malam. Sebelumnya, beberapa bulan lalu juga pernah kehilangan dengan jumlah yang hampir sama. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi,” ujar Ukasah.
Akibat pencurian tersebut, Ukasah mengalami kerugian sekitar Rp3 juta.
Bagi keluarganya, unggas yang dipelihara bukan hanya hewan ternak, melainkan aset yang dapat dijual sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya pertanian.
“Bagi kami, ayam dan bebek ini bukan sekadar ternak, tetapi tabungan. Saat membutuhkan biaya untuk membeli pupuk atau kebutuhan rumah tangga, biasanya unggas itu dijual,” katanya.
Ternyata, kejadian serupa juga dialami sejumlah warga lainnya di Kampung Nanggewer pada malam yang sama.
Hilangnya hewan ternak milik beberapa warga sekaligus membuat masyarakat semakin khawatir karena aksi pencurian tersebut diduga telah berlangsung berulang kali.
Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Polsek Karangtengah langsung melakukan penyelidikan.
Kapolsek Karangtengah AKP Yudi Heryanadi membenarkan adanya laporan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar hewan ternak milik warga.
“Telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap hewan ternak milik warga. Untuk sementara korban terdiri dari beberapa warga masyarakat, dan para korban tersebut juga telah membuat laporan polisi di Polsek Karangtengah,” kata Yudi.
Dalam proses penyelidikan, polisi memperoleh petunjuk penting berupa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang dipasang salah seorang warga.
Kamera tersebut sebelumnya sengaja dipasang karena wilayah tersebut kerap menjadi sasaran pencurian.
“Yang jelas, peristiwa tersebut memang benar terjadi dan didukung oleh rekaman CCTV. Saat ini kami masih mengolah seluruh barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Saat ini Polsek Karangtengah berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Cianjur untuk menganalisis rekaman CCTV serta barang bukti lainnya.
Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya secepat mungkin.
Sementara itu, warga berharap pelaku segera ditangkap agar aksi maling ternak yang meresahkan masyarakat Desa Sukamulya tidak kembali terulang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (*)





















