Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memilih langkah berbeda dengan usulan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam menangani tingginya jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Disarankan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf untuk membangun rumah sakit jiwa dalam menangani tingginya jumlah ODGJ, Pemkab Bogor lebih memilih untuk mendirikan Balai Kesejahteraan Sosial (BKS).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkap, bahwa persoalan ODGJ di Kabupaten Bogor sejauh ini ditangani secara kolaborasi dengan Pemkot Bogor melalui Rumah Sakit Marzoeki Mahdi.
“Kami lakukan kolaborasi karena memang lokasi rumah sakit jiwa untuk ODGJ adanya di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Kota Bogor. Tapi kami Pemkab Bogor sudah merencanakan membangun Balai Kesejahteraan Sosial di Pondok Rajeg Cibinong,” ujar Rudy kepada wartawan, Senin 6 Juli 2026.
Baca Juga : ODGJ di Kabupaten Bogor Tertinggi di Jabar, Kemensos Minta Pemkab Aktif Koordinasi
Rudy menjelaskan, Balai Kesejahteraan Sosial yang akan dibangun di kawasan Pondok Rajeg itu nantinya memiliki kapasitas dan cakupan layanan yang lebih luas dibandingkan fasilitas serupa yang telah ada di Kabupaten Bogor.
Ia menambahkan, rencana pembangunan Balai Kesejahteraan Sosial tersebut saat ini masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Baru merencanakan DED, itu yang direncanakan akan dibangun oleh Pemkab Bogor. Nantinya tidak hanya berfokus pada ODGJ, tapi ada tunawisma, dan jompo,” pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan data yang didapat, jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor mencapai 7.321 orang. Kondisi itu menempatkan posisi Bumi Tegar Beriman menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
Lalu di posisi kedua ada Sukabumi dengan jumlah 3.930, Kota Bandung 3.571, Karawang 3.315, Bekasi 2.970, Cirebon 2.438, Majalengka 2.292, Kota Bogor 2.194, Kota Depok 1.888, dan Ciamis 1.839.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf sebelumnya menyarankan Pemkab Bogor membangun rumah sakit jiwa untuk menangani tingginya jumlah ODGJ.
Menurutnya, selama ini banyak pasien ODGJ asal Kabupaten Bogor yang dirujuk ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Kota Bogor.
“Kita coba koordinasikan dengan Bupati dan Wali Kota untuk bisa bekerja sama dan menyiapkan sentra-sentra di Kabupaten Bogor untuk bisa melayani kelompok rentan,” ujar Saifullah kepada wartawan di Cibinong beberapa waktu lalu.(*)





















