Bogor24Update – Tiga legenda jazz Indonesia, Ermy Kullit, Deddy Dhukun, dan Mus Mujiono, berhasil menghipnotis ratusan penonton dalam gelaran BuitenJazz Meet The Legend yang berlangsung di Grand Ballroom Puri Begawan, Kota Bogor, Sabtu malam 20 Juni 2026.
Membawakan deretan lagu-lagu hits mereka, ketiga musisi tersebut sukses menghadirkan suasana penuh nostalgia bagi para penikmat musik.
Penampilan para musisi legendaris itu membawa penonton larut dalam kenangan masa lalu lewat lagu-lagu lawas yang dibawakan dari awal hingga akhir pertunjukan.
Inisiator BuitenJazz, Nanang Yuswanto, menjelaskan bahwa acara ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada para legenda jazz Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan musik jazz di Tanah Air.
“Konsep acara ini sebenarnya untuk mengapresiasi para legenda musik jazz karena kontribusi mereka buat musik jazz Indonesia sangat besar sekali. Terbukti hari ini lintas generasi dan lintas era semua berkumpul. Ada anak muda dan juga orang tua yang memang seumuran mereka,” ujar Nanang kepada wartawan.
Menurut Nanang, antusiasme masyarakat terhadap gelaran BuitenJazz cukup tinggi dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
“Selama ini musik jazz di Bogor tidak begitu ramai dan komunitasnya masih sedikit. Kami mulai menguatkan komunitas dengan mengadakan acara setiap dua minggu sekali. Setelah berjalan selama setahun, akhirnya kami memeriahkan bikin event seperti ini,” katanya.
Nanang mengaku tidak menyangka acara tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Alhamdulillah senang bangat acara ini diluar ekspetasi kami. Pada awalnya kami tidak mematok target yang terlalu tinggi, kami ingin memberikan apresiasi. Yang keduanya mengenal kan legenda jazz ini ke generasi yang kekinian, karena lagu-lagu mereka kan lintas generasi, kadang-kadang orang taunya lagunya tapi tidak tau siapa yang nyanyi, itu yang coba kita kenalkan,” jelas Nanang.
Ke depan, Nanang mengungkapkan BuitenJazz telah menyiapkan sejumlah program, salah satunya kegiatan rutin bertajuk BuitenJazz Around The City yang digelar setiap dua minggu sekali sebagai wadah komunitas jazz.
Selain itu, pihaknya juga akan menghadirkan BuitenJazz Meet The Legends setiap enam bulan sekali.
“Habis Ini, Insya Allah kita akan ada BuitenJazz Festival sebagai event tahunan,” jelasnya.
Sementara itu, istri Wali Kota Bogor, Yantie Rachim, yang turut hadir menyaksikan acara tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada panitia atas suksesnya menghadirkan pertunjukan musik jazz di Kota Hujan.
“Saya mengapresiasi untuk panitia yang telah mengadakan BuitenJazz. Awalnya kegiatan ini dimulai dari salah satu kafe, dan ternyata musik jazz juga mampu menghadirkan acara yang semeriah dan sebesar ini. Mudah-mudahan ke depannya di Kota Bogor dapat terus mengadakan acara seperti ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay. Ia menilai acara ini dapat menjadi salah satu daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor.
“Kami berharap ada event besar dan menarik seperti ini di Kota Bogor. Tujuannya tentu untuk mengajak orang datang ke Bogor, menginap di hotel, supaya keesokan harinya menikmati kuliner,” kata Yuno.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan BuitenJazz tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk istri Wali Kota Bogor yang terus memberikan semangat.
“Kami tidak bisa melakukan itu semua tanpa dukungan, seperti dukungannya dari ibu walikota selalu menyemangati dan dukung kita, makannya kita berani melakukan kegiatan ini sekarang,” tuturnya.
Ke depan, Yuno menegaskan BuitenJazz akan terus dikembangkan sebagai agenda tahunan dengan memperkuat komunitas jazz melalui kegiatan rutin BuitenJazz Around The City yang digelar setiap dua minggu sekali.
“Buitenjazz akan menjadi event annual, kita akan bikin setahun sekali dan komunitasnya sudah kita jalin dibawah dengan adanya Buitenjazz Around The City per dua minggu sekali, jadi nanti Lagu-lagunya di ingetin musik-musiknya di ingetin. Tapi konser besarnya dengan mengundang artisnya langsung kita bikin setahun sekali paling tidak,” pungkasnya.(*)






















