Bogor24Update – Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengaku masih menunggu perkembangan dugaan kasus korupsi pada proyek pembangunan RSUD Bogor Utara yang kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor.
“Kami masih menunggu ya. Tentunya kami berterima kasih kepada Kejari Kabupaten Bogor yang telah melakukan langkah-langkah terhadap tindak lanjut memerangi tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy kepada wartawan, Senin 29 Juni 2026.
Baca Juga : Dugaan Korupsi RSUD Parung Kembali Digulirkan, Sejumlah Pejabat Dipanggil Kejari
Rudy menjelaskan, bangunan tersebut pada awalnya memang direncanakan sebagai RSUD Bogor Utara. Namun, karena proses pembangunannya belum rampung 100 persen, fasilitas itu untuk sementara dioperasionalkan sebagai Klinik Pratama Rawat Inap.
“Kenapa seperti itu? Karena standarisasinya ruang rawat inapnya belum ada untuk kita jadikan RSUD Parung,” tuturnya.
Baca Juga : 61 Orang Diperiksa, Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara Rugikan Negara hingga Rp9,1 Miliar
Karena itu, Rudy berharap proses hukum yang tengah berjalan di Kejari Kabupaten Bogor tidak berhenti di tengah jalan agar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat kembali dilanjutkan.
“Kami harap proses hukumnya dapat berjalan cepat, sehingga pada saat proses hukumnya sudah selesai dan tuntas. Maka, Pemkab Bogor dapat melakukan lanjutan pembangunan, sehingga klinik tersebut dapat segera dioperasionalkan menjadi RSUD Parung,” pungkasnya. (*)























